Tuhan yang jahat adalah tipe-tipe sesuatu yang dituhankan, minimal yang dijadikan dan diakui sebagai tuhan, namun tuhan yang diakui adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling jahat dan tersesat; dialah Setan. Lihat tulisan sebelumnya di sini
IBLIS MENJELMA YESUS (Isa al-Masih). Setan mampu mengacaukan otak siapa saja, selama itu bisa membikin korbannya terjerumus dalam arus hasutannya. Kasus menarik terjadi pada seorang Rahib -julukan seorang pendeta Yahudi di kalangan Bani Israel- yang berusaha merasuki jiwa dan hati untuk menjadi abdi setan, tapi ternyata ia gagal berkat keshalehan dan ilmu si Rahib. Inilah kisah lengkapnya:
"Seorang Rahib di masa Isa al-Masih (Yesus) sedang beribadah di peribadatannya. Kala itu, Iblis sedang mencari-cari cara merasuki dan memperdaya si Rahib tapi ia tidak mampu, ia sudah menempuh segala cara, dari penjuru manapun yang bisa dimasuki, tapi masih tetap tidak mampu menggelincirkan si Rahib. Akhirnya, Iblis merubah diri menjadi rupa Isa al-Masih (Yesus), didatangi si Rahib dan berkata; "Hormatilah aku, hai Rahib!, aku hendak memberitakan sesuatu padamu", namun jawabnya: "Enyah kau!, lakukan semaumu, hai Iblis!, aku tidak akan mensia-siakan sisa umur ini (hanya untuk mendengar omongamu)". Iblis masih berusaha, katanya: "Hormatilah aku!, aku ini Isa al-Masih (Yesus)". Dengan tegas Rahib ini menjawab: "jika kamu benar-benar Isa al-Masih, aku tetap tidak membutuhkanmu, dan (jika kamu memang Isa al-Masih) bukankah kamu sendiri yang menyuruh kami beribadah dan memberitakan akan datangnya Hari Kiamat. Enyah kau!, aku tidak membutuhkanmu", lalu Iblis pun pergi dan meninggalkan si Rahib".
Masih ingat Altizer yang mengkonsepsikan teologi sebagai suatu bentuk puisi di mana imanensi (kehadiran) Tuhan dapat dijumpai dalam komunitas-komunitas iman, Van Buren dan Hamilton yang meyakini perjumpaan dengan Kristus dari iman akan terbuka dalam sebuah komunitas gereja. Dan konsep perjumpaan dan penjelmaan yang imanen dari Tuhan telah menghiasi tiap ide-ide penganut Kristus, bahkan Paulus, orang penting di ajaran Kristus, juga sempat berjumpa Tuhan Yesus, termaktub dalam "Holy Bible: New Testament, the Acts (chapter 9 : 3-20)":
[3] Sementara ia menuju ke kota Damaskus, ketika sudah dekat dengan kota itu, tiba-tiba suatu sinar dari langit memancar di sekeliling Saulus. [4] Ia jatuh ke tanah lalu mendengar sebuah suara berkata kepadanya,"Saulus, Saulus! Apa sebabnya engkau menganiaya Aku?" [5] "Siapakah Engkau, Tuan?" tanya Saulus. Suara itu menjawab, "Akulah Yesus, yang engkau aniaya. [6] Tetapi sekarang bangunlah dan masuklah ke dalam kota. Di situ, akan diberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." [7] Orang-orang yang ikut bersama-sama Saulus terkejut sehingga tidak dapat bersuara; karena mereka mendengar suara itu tetapi tidak melihat seseorang pun. [8] Lalu Saulus berdiri dan membuka matanya, tetapi matanya sudah tidak bisa melihat apa-apa lagi. Jadi mereka memegang tangannya dan menuntun dia masuk ke Damaskus. [9] Tiga hari lamanya ia tidak bisa melihat dan selama itu ia tidak makan atau minum sama sekali.
[10] Di Damaskus ada seorang pengikut Tuhan Yesus bernama Ananias. Di dalam suatu penglihatan, Tuhan berbicara kepadanya. Tuhan berkata, "Ananias!", Ananias menjawab, "Saya, Tuhan." [11] Tuhan berkata, "Ayo berangkat sekarang. Pergilah ke rumah Yudas di Jalan Lurus. Tanyakan di sana orang yang bernama Saulus yang berasal dari kota Tarsus. Orang itu sedang berdoa, [12] dan di dalam suatu penglihatan ia melihat seorang laki-laki, bernama Ananias, datang kepadanya dan meletakkan tangan ke atasnya supaya ia dapat melihat kembali." [13] Ananias menjawab, "Tuhan, saya sudah mendengar banyak orang berbicara mengenai orang ini, terutama mengenai penganiayaan-penganiayaan yang ia lakukan terhadap umat-Mu di Yerusalem. [14] Dan sekarang ia sudah datang ke sini dengan izin dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang percaya kepada-Mu." [15] Tetapi Tuhan berkata kepada Ananias, "Pergilah saja! Sebab Aku sudah memilih dia untuk melayani Aku, supaya ia memberitakan tentang Aku kepada bangsa-bangsa lain yang tidak beragama Yahudi dan kepada raja-raja serta kepada umat Israel juga. [16] Dan Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya semua penderitaan yang harus ia alami karena Aku." [17] Maka Ananias pun pergilah ke rumah itu dan meletakkan tangannya ke atas Saulus. "Saudara Saulus," kata Ananias, "Tuhan Yesus yang Saudara lihat di tengah jalan ketika Saudara sedang kemari, Dialah yang menyuruh saya datang supaya Saudara bisa melihat lagi dan dikuasai oleh Roh Allah." [18] Saat itu juga sesuatu yang seperti sisik ikan terlepas dari mata Saulus dan ia dapat melihat kembali. Maka ia pun bangun, lalu dibaptis. [19] Dan setelah makan, ia menjadi kuat lagi. Saulus tinggal di Damaskus dengan pengikut-pengikut Yesus beberapa hari lamanya. [20] Ia langsung pergi ke rumah-rumah ibadat dan mulai memberitakan bahwa Yesus itulah Anak Allah...
Sekian, kisah pertemuan Tuhan Yesus dengan Saulus (Paulus) sang eksekutor ulung, pembantai jemaat Yesus sendiri, dengan –hanya- mendengar suara tanpa wujud yang mengaku Yesus, semua menjadi berubah, Saulus terbebaskan dari dosa sehabis membunuhi pengikut setia Yesus. Setelah itu, ia mengklaim diri sebagai utusan Yesus memberitakan Yesus adalah Anak Allah. Sebenarnya, apa benar suara Yesus yang didengar Saulus (ayat 4 –heard a voice- dan 7 -hearing a voice-), dimana pada ayat 17 –appeared-, Ananias malah mengatakan Saulus melihat Yesus? , atau jangan-jangan ada mahluk lain yang merupai Yesus jika memang ia melihat, atau suara makhluk asing jika ia mendengarnya?!...
--✼✼✼--
SETAN DAN AJARAN ANIMISME. Kepercayaan terhadap roh-roh yang mendiami suatu benda, pohon angker, batu, sungai, dan sebagainya; maksudnya si penunggu atau mbaurekso benda tertentu. Dibalik keganjilan yang terjadi dalam sebuah rangkaian tragedi ataupun misteri yang acapkali terdengar seperti suara tangis, makhluk aneh yang menyeramkan, atau apa saja, semua itu sebenarnya ulah setan.
Tidak hanya itu, orang yang berniat menjalankan perintah Tuhan dan berbuat baik sekalipun bisa diperdaya mereka dengan sejumlah trik-trik jahat yang sangat halus, hampir si pelaku tidak sadar bahwa ia telah dikelabuhi oleh setan.
"(di suatu daerah) tumbuh sebatang pohon kramat yang dikultuskan oleh masyarakat setempat, lalu datang seorang laki-laki menghampiri pohon tersebut, dan berkata: "Aku akan menebang pohon ini, tak lama kemudian ia datang lagi berniat menebangnya, karena marah sebab Allah dipersekutukan dengan pohon. Ia didatangi Iblis yang merubah diri berbentuk manusia, dan berkata kepada orang tadi, "Apa yang kau inginkan?", "Aku akan menebang pohon ini karena telah disembah dan dijadikan Tuhan selain Allah" katanya. Lalu Iblis berkata lagi, "Jika kamu memang tidak menyembahnya, apa orang-orang yang menyembah itu menyakitimu?", orang tersebut masih ngotot, "(Pokoknya) aku tetap akan menebangnya", Iblis berkata lagi. "Apa kamu ingin sesuatu yang lebih baik dari semua itu!, jangan kau tebang pohon ini, dan (sebagai gantinya) kamu akan mendapatkan uang 2 dinar setiap hari -di waktu pagi- di bawah bantalmu", orang itu pun menjawab: "darimana aku mendapatkan 2 dinar itu?", jawab Iblis: "Aku yang akan memberimu".
Lalu orang itu kembali pulang, keesokan harinya ia benar-benar menemukan uang 2 dinar di bawah bantalnya, dan di pagi berikutnya ternyata ia tidak menemui uang 2 dinar itu lagi. Akhirnya, dia naik pitam, marah karena merasa dikelabuhi, ia pergi lagi ke pohon tersebut hendak menebangnya; Iblis pun merubah wujud lagi menjadi manusia, menghadangnya dan bertanya: "Apa yang kamu inginkan?", ia menjawab: "Aku akan menebang pohon ini karena telah disembah, dijadikan Tuhan selain Allah", Iblis menjawab: "Kamu bohong, dan kamu tidak memiliki cara untuk melakukan itu, lalu orang ini benar-benar menebangnya, tapi (keduanya duel) Iblis merasuki jiwanya, bahkan nyaris ia mati terbunuh. Iblis berkata; "Kamu tahu siapa aku?, aku setan, pertama kali kamu datang dengan sikap marah karena Allah, maka aku tidak memiliki cara untuk menaklukkanmu, setelah itu aku memperdaya kamu dengan 2 dinar dan kamu pun meninggalkannya. Kini kamu datang dengan perasaan marah karena uang 2 dinar, maka aku pun bisa mengalahkanmu".
--✼✼✼--
NASIB AHLI KITAB. Suatu saat, Nabi saw berpidato di hadapan para sahabat yang isinya: "sesunguhnya Tuhanku memerintah untuk memberitakan sebuah informasi yang belum kalian ketahui, seperti yang Allah ajarkan kepadaku hari ini, (dan firman-Nya): "Setiap harta benda yang Kuberikan kepada hamba-Ku adalah halal, dan Aku mencipta para hamba hunafa' (orang alim yang taat kepada Allah) semuanya. Namun setan-setan itu hadir bermaksud menyesatkan mereka dari agamanya, mengharamkan segala yang Ku-halalkan sebelumnya, setan juga menyuruh mereka untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak Ku-berikan kuasa padanya. Dan Allah masih memandang penduduk bumi (artinya, jika bukan karena di dunia ini masih hidup orang taat dan iman kepada Allah, niscaya mereka akan dimusnahkan), namun setan telah membenci penghuni bumi (orang Arab dan non-Arab) dan hanya tersisa sedikit dari Ahli Kitab (yang terselamatkan)...".
Dulu, seluruh manusia ini adalah saudara, karena memang mereka memiliki pertalian darah dengan Adam as, justru setelah setan berulah, menyesatkan anak-anak Adam, akhirnya antar mereka saling bertikai, saling fitnah dan saling membunuh. Dan untuk mendamaikan pertikaian yang terjadi antar sesama, lalu Allah menurunkan orang-orang shaleh, alim dan bijak, mereka adalah para utusan Allah (Rosul, Nabi, Hunafa') yang dikirim ke bumi untuk membimbing umat, meredahkan api permusuhan, mengatasi segala pertikaian yang tersulut emosi, menjaga kestabilan masyarakat kala itu, menciptakan tatanan sosial yang sehat serta mengajarkan nilai-nilai luhur yang bermoral.
Ajaran yang diusung para Rosul dan hunafa' memiliki titik persamaan yang permanen (paten) dari sisi dogma-dogma ketuhanan, yakni konsep ke-Esa-an Tuhan (tauhid). Mari kita simak ucapan Nabi Nuh as, kepada kaumnya, "..dan aku diperintahkan (Allah) agar menjadi orang yang berserah diri kepada-Nya (muslim)" , Nabi Yakub as yang menasehati kaumnya, "...sungguh jangan sekali-kali kalian mati, selain dalam keadaan berserah diri kepada-Nya (muslim)" , dan jawab anak-anak Nabi Yakub as kepada ayahnya, "...kami menyembah Tuhamu, Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, Tuhan yang Esa dan kepada-Nya kami berserah diri (muslim)" , Nabi Musa as yang berkata kepada kaumnya, "wahai kaumku!, jika kalian beriman kepada Allah, maka hendaknya kalian bertawakal kepada-Nya, jika kalian benar-benar orang yang berserah diri (muslim)" , orang-orang Hawariyun (pengikut setia Isa al-Masih) berkata kepada Isa as, "...kami beriman kepada Allah dan bersaksi bahwa kami adalah orang yang berserah diri kepada-Nya (muslim)" , bahkan segolongan Ahli Kitab tatkala mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Quran, "...mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sungguh Al-Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang berserah diri kepada-Nya (muslim)" ; dan islam adalah simbol agama-agama langit sebelum isi ajarannya diselewengkan oleh para pengikut setan.
Kebencian setan yang membuat semua menjadi terbalik, ajaran asli (orisinil, autentik) telah dirubah, diganti, dihapus, lalu dicipta ulang menjadi ajaran baru yang tidak ilahi lagi. Relevansi al-Kitab yang beredar di dunia kini sudah hilang nilai sakralnya, kebenarannya masih diragukan oleh banyak kalangan, antar ayat saling bertentangan, bahkan tiap versi tidak sama dan hasil translasi ke dalam tiap bahasa di dunia terkesan rancu. Tidak hanya itu, sampai detik ini Injil Isa al-Masih masih dicari-cari...
Uniknya, mereka mengklaim diri sebagai anak-anak Allah setelah apa yang mereka lakukan terhadap citra Tuhan yang dijasadkan melalui proses inkarnasi (penitisan roh pada benda) dan penjelmaan lain dalam sebuah imanensi (kehadiran Tuhan dalam komunitas gereja), hal ini –mungkin- yang membuat mereka merasa bebas memperlakukan apa saja terhadap kitab sucinya. Tentang penjelasan anak-anak ini, tertulis dalam kitab "Perjanjian Baru":
[4] Tetapi pada saatnya yang tepat, Allah mengutus Anak-Nya ke dunia. Anak-Nya itu dilahirkan oleh seorang wanita dan hidup di bawah kekuasaan hukum agama. [5] Dengan demikian Ia membebaskan orang-orang yang hidup di bawah kekuasaan hukum agama; agar kita pun dapat menjadi anak-anak Allah. [6] Karena kalian adalah anak-anak Allah, Allah menyuruh Roh Anak-Nya masuk ke dalam hati Saudara dan hati saya, yaitu Roh yang berseru, "Bapa, ya Bapaku." [7] Jadi, kalian bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan karena kalian anak Allah, maka Allah akan memberikan kepadamu segala sesuatu yang disediakan-Nya untuk anak-anak-Nya. [Galatians 4 : 4-7]
[14] Orang-orang yang dibimbing oleh Roh Allah, adalah anak-anak Allah. [15] Sebab Roh, yang diberikan oleh Allah kepada kalian, tidaklah membuat kalian menjadi hamba sehingga kalian hidup di dalam ketakutan. Sebaliknya Roh Allah itu menjadikan kalian anak-anak Allah. Dan dengan kuasa Roh Allah itu kita memanggil Allah itu, "Bapa, ya Bapaku!" [16] Roh Allah bersama-sama dengan roh kita menyatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah. [Romans 8 : 14-16].
[7] Tidak semua keturunan Abraham (Ibrahim) adalah anak-anak Allah. Sebab Allah berkata kepada Abraham, "Hanya keturunan Ishak sajalah yang akan disebut keturunanmu." [8] Itu berarti bahwa keturunan Abraham yang menjadi anak-anak Allah, adalah hanya keturunannya yang lahir karena janji Allah; dan bukan semua keturunannya. [9] Sebab janji Allah adalah sebagai berikut, "Pada waktu yang ditentukan, Aku akan kembali, dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki." [Romans 9 : 7-9].
Secara personal, Yahudi menyatakan Uzair itu Anak Allah sedangkan kaum Kristiani menjadikan Isa al-Masih Anak Allah . Dan secara kolektif, orang-orang Yahudi dan Kristiani (Nasrani) sama-sama mengaku anak-anak Allah. Hanya keturuanan Ishak dari pasangan Ibrahim dan Sara yang diakui sebagai anak-anak Allah yang sah, berarti Yahudi [lihat, Romans 9 : 7-9), uniknya pengakuan ini mendapatkan legalitas (resmi) dalam Injil, selain itu kaum Kristiani juga mengaku anak-anak Allah dalam Injil yang sama. Jadi Injil mengesahkan orang-orang Yahudi sebagai anak-anak Allah satu atap dengan penganut Injil sendiri. Lalu mengapa kedua komunitas ini saling membenci?.
Realita tidak seperti yang tercatat, Ahli Kitab yang tulen tidak akan berbuat demikian, sedikit dari mereka yang terselamatkan dari konsep ini, bahkan mungkin sudah punah. Allah yang Hak telah membersihkan anasir ini dalam sebuah firman:
"...orang-orang Kristiani berkata: "Allah itu ialah Isa al-Masih putera Maryam". Namun, jawab mereka –wahai Muhamad-: "Siapa yang memiliki kuasa menghentikan Allah, jika Dia ingin membinasakan Isa al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan semua makhluk yang berada di muka bumi ini..?"[Qs Al-Maidah : 17]
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Jawab mereka –wahai Muhamad-: "(Jika kalian –wahai kaum Yahudi dan Nasrani- memang anak-anak Allah) lalu mengapa Allah malah mengadzab kalian karena dosa-dosa kalian sendiri?", tapi kalian adalah manusia biasa, (berasal) dari orang-orang yang diciptakan-Nya (yakni orang tua mereka)..."[Qs Al-Maidah : 18]
Sejahat-jahat orang tua tidak mungkin tega mencelakai anaknya; dan sejahat-jahat bapak tidak mungkin menyiksa anak-anaknya, jikalau ada, mungkin mereka bukan darah dagingnya, atau mungkin bapaknya adalah setan yang begitu tega menyiksa anak-anaknya.