Bagian ini, merupakan penjelasan tentang bagaimana kita mengatasi, bahkan mengalahkan setan-setan yang berwujud Tuhan, yaitu dengan mengenali atau mengetahui trik-trik dan tipu daya setan sehingga kita bisa mengantisipasi dan bisa melakukan upaya prefentif agar tidak terlalu jauh terjerumus dalam jeratan setan. Tulisan ini keberlanjutan dari seri "Tuhan yang Itu, Jahat dan Sesat?, bagian 1 -silahkan klik di sini ; dan bagian 2 silahkan klik di sini"
Langkah-langkah dan trik setan; dalam misi penghancuran manusia di dunia, memporan-porandakan sendi-sendi keimanan, serta mencabut akar keyakinan terhadap yang Esa. Tidak sedikit sejarah mencatat pergulatan ide dan gagasan teologis, saling berebut teori dalam alam pikir kaum filosof dan ilmuwan. Dan jika dikumpulkan, niscaya betapa ruwet pikiran manusia dalam menghadapi tatanan alam dan tuhan. Sungguh, setan memiliki berjuta-juta manuver dalam rangka merekrut anggota dan mencari korban-korban baru, serta setan tidak kehabisan jurus untuk mengelabuhi anak Adam, memojokan mereka ke sudut 'pengkafiran terhadap Tuhan yang Hak'.
Secara garis besar, bentuk trik-trik setan terkemas dalam point-point berikut:
- Menyesatkan manusia dari jalan kebenaran [Qs. Shaad : 82-83, Al-Hijr : 39].
- Menjerumuskan dalam nista dan dosa [Qs Ali Imran : 155].
- Tipu daya atau rekayasa [Qs An-Nisa' : 76]
- Menebarkan janji-janji palsu (menarik simpati dan berbual dengan kata-kata agar manusia merasa yakin bahwa setan itu baik) [Qs An-Nisa' : 120].
- Menyulut api permusuhan dan saling benci antar sesama [Qs Al-Ma'idah : 91].
- Meniupkan rasa was-was (bisikan jahat, gelisah dan ragu (skeptis) dalam hati) [Qs Al-A'raf : 20, An-Naas : 4-5].
- Mengobarkan pertikaian antar golongan [Qs Al-Isra' : 53].
- Ajakan menyembah setan terkutuk [Qs Maryam : 44].
- Memunculkan fitnah [Qs Al-Hajj : 53].
- Menyuruh berbuat keji dan munkar [Qs An-Nur : 21].
- Menghalangi dan merintangi manusia dari berbuat baik [Qs Az-Zuhruf : 62, Al-A'raf : 16-17].
- 12. Memoles serta menghiasi perilaku sehingga terkesan baik, namun dibuat-buat seakan itu baik [Qs Al-An'am : 42].
Setelah anda menjadi pengikut setan, lalu apakah anda akan –pasti- terselamatkan?, sama sekali tidak. Setan tidak mengenal kebaikan, kalaupun ia berkata baik, hal itu ditujukan untuk membuang anda jauh-jauh dari sisi kebaikan itu sendiri; hanya berpura-pura baik, tidak benar-benar ia baik dan sebenarnya anda ditipu, sekaligus tertipu.
--✼✼✼--
Kisah penghasutan setan. Konon, Nabi saw pernah memberitakan bahwa –dulu kala- di lingkungan bani Isarel, hidup seorang Rahib (yang terkenal alim, kuat dalam beribadah), lalu setan mengambil seorang gadis dan ia merasuki jiwa gadis ini (kesurupan, kejinan), setelah itu setan membisikkan sesuatu kepada keluarga si anak gadis, bahwa obat yang mampu menyembuhkan anaknya, berada di tangan seorang Rahib, namun tatkala pasien ini dibawa ke rumah si Rahib, ia menolak –dengan cara halus-, dan pihak keluarga masih tetap bersikukuh, bersikeras agar anak ini diterima olehnya, akhirnya si Rahib pun menyerah dan menerima anak gadis yang kesurupan ini. Maka, tinggallah si gadis bersama sang Rahib, selanjutnya datanglah setan menggoda –siang malam- agar ia mau berbuat mesum kepada si gadis, -dan sepertinya iman si Rahib goyah- ia pun menghamili anak gadis tersebut.
Kemudian setan datang lagi dan mengatakan, "Nah, kini kamu akan mendapat celaka, sebab keluarganya akan datang kesini menengok anak gadisnya, maka itu bunuh saja gadis itu dan nanti kalau keluarganya datang bilang saja, anak itu sudah mati", demikian saran setan. Akhirnya, si Rahib membunuh dan menguburkan si gadis –untuk menutupi aib dirinya-. (Dasar setan, ia tidak pernah berhenti), malahan ia mendatangi keluarga si gadis dan memunculkan rasa was-was dalam hati keluarga atas kondisi anak mereka, membisik kalau jangan-jangan anak mereka telah dihamili, setelah itu –jangan-jangan- si Rahib membunuh dan menguburnya, (begitulah setan memunculkan pikiran-pikiran jahat di hati keluarga si gadis).
Datang juga pihak keluarga ini menengok dan menanyakan kemana anak mereka kini, dan jawab si Rahib –cukup mengagetkan-: "Anak itu sudah mati", -isak tangis pun menderai, pesta air mata-, mereka mengangkut mayat anak gadisnya, dibawa pulang kembali. Setan datang lagi kepada si Rahib: "Aku yang telah merasuki jiwa gadis tadi, aku juga yang membisikkan aibmu ke dalam hati mereka, dan aku pula yang menyeretmu, menjerumuskanmu dalam masalah ini, maka itu taatlah kepadaku jika kamu ingin selamat, bersujudlah kepadaku 2 kali saja, lalu ternyata si Rahib benar-benar bersujud kepada setan sebanyak 2 kali. -Setan bersorak riang, sambil mendendangkan firman Allah:
"...tatkala setan berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", disaat manusia itu menjadi kafir, lantas ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri (tidak mau tahu, tidak bertanggung jawab) dari perilaku kalian, sebab aku juga –sebenarnya- takut kepada Allah, Tuhan alam semesta"
Sikap anarkis (berontak) yang dilakukan setan akan dilampiaskan pada anda, ajakan ke arah pengkafiran tetap akan diperjuangkan hingga anda benar-benar menjadi seorang atheis sejati, tidak lagi mengenal keagungan-Nya, setelah itu ia akan menghindar dari segala tanggung jawab, membiarkan akan terpuruk dalam sisi gelap dunia. Kelak di akherat, tatkala umat manusia digiring ke padang makhsyar –saat amal sudah tidak diberlakukan lagi-, setan pun akan meninggalkan anda sendiri menderita, tidak ada penolong, tidak pula penyelamat yang bisa melindungi selain Allah yang Hak. Anak-anak manusia akan berlindung kepada tuhannya masing-masing, namun setan -saat itu- telah kehilangan kuasa atas dirinya dan berpangku tangan atas nasib anda, tiada beda antara setan dan pengikutnya; hidup tragis dalam sengsara.
Kejahatan setan benar-benar tidak bisa diukur, setelah menghancurkan manusia, terpuruk dalam nista, ia senang bukan kepalang, apalagi telah berhasil membuat manusia bertekuk lutut meminta ampun dan menjadikan setan sebagai Tuhan. Padahal, Tuhan yang Hak telah memperingatkan bahaya ini, jangan sampai menuhankannya, jika orang sudah terjerat, niscaya ia akan menjadi manusia terkutuk, di dunia dan akherat; barangkali mereka telah lupa bahwa setan adalah musuh yang nyata.
"Bukankah Aku (Allah) telah mengikat janji pada kalian, hai Anak Adam supaya tidak menyembah setan?, sungguh setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian".
Jika bukan karena hidayah dan pertolongan Allah, niscaya seluruh umat manusia akan berada dalam kegelapan dan nista, menjadi korban-korban setan, dipermainkan oleh rekayasa dan omong kosongnya. Hanya Tuhan yang Hak, Allah yang Esa dan Kuasa, yang bisa mengentaskan mereka dari kegelapan... "Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman; hanya Dia yang bisa mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).
--✼✼✼--
Jelasnya, setan berada di kanan kiri anda, hanya dilapisi sekat tipis yang memisahkan dua alam; dia bisa mendengar, melihat dan mengerti anda, tapi anda tidak bisa melihat apapun selain alam sendiri. Lawan yang selalu mengintai tiap detik, selalu terjaga, tak pernah tidur sedikitpun; mereka mengincar korbannya dan menanti saat tepat untuk menerkam anda. Demi Allah yang Agung, "Jika bukan karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, niscaya tak seorangpun bersih, terbebas (dari perilaku keji dan mungkar karena hasutan setan) selama-lamanya, namun Allah membersihkan siapapun yang dikehendaki...
Semoga Allah membersikan dan membebaskan kita dari kekejaman setan.