Nafsu Radiyah meruapkan fase keempat dari 7 maqamat sufi yang akan dilalui oleh para Salik dalam upaya pencapaian wushul kepada Allah ta'ala
Fase Kelima : Jiwa pada fase ini adalah "Nafsu Muthmainah", sedangkan posisi Salik adalah Naqib al-Nuqaba (mawas diri dari segala mawas). Fase ini merupakan manifestasi dari ayat Allah ta'ala : "Ihdina ash-Shirat al-Mustaqim" (QS Al-Fatihah : 5)
| Kunci | Berakar dari lafadz "HAY" dan cabangnya adalah "Wahid Allah" (Allah sebagai Dzat yang Maha Esa) |
| Tempat | Sirr Khofi, yakni sirul al-Sirr terletak diatas susu sebelah kanan |
| Sifat | Nafsu Radhiyah |
| Persepsi | Tidak ada Dzat yang Wujud selain Dzat yang suci dari sekutu (latifah Khofi yang bersifat haqqiyah dan Tajallinya bersifat asma'i) |
Membaca Doa Tawajjuh setelah selesai berzikir
"Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Kekal, yang tak tersentuh oleh kematian dan kehancuran. Engkaulah yang digambarkan dengan kehidupan yang kekal dan abadi. Engkaulah Yang Hidup, Yang Selalu Ada, Jadikanlah aku manifestasi cahaya kehidupan dan keesaan-Mu, wahai Tuhan Yang Hidup, dan hidupkanlah rohku dengan kehidupan abadi bersama-Mu, serta hiburlah rahasia hatiku dengan rahasia-Mu di Hadirat Hri Persaksian, Dan penuhi hatiku dengan ilmu ilahi, dan berikanlah lidahku kemampuan untuk berbicara dengan ilmu-ilmu surgawi, wahai Yang Hidup, wahai Allah."
Pengalaman Spiritual (Al-Ahwal) pada fase ini
Pengalaman spiritual yang muncul dalam pada fse/maqam ini disebut dengan “fana”, di mana sang pencari kebenaran (salik) menerima petunjuk dari guru yang sempurna dengan mengucapkan, “Wahai Dzay Yang Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Esa, ia akan menyaksikan sifat-sifat jiwa yang puas (radhiyah) dalam perjalanan sufi dan suluknya.
- Jika ia melihat dalam mimpinya para malaikat, anak-anak, bidadari, surga, dan hal-hal lain yang setara dari alam atas, hal itu menandakan kesempurnaan akal, kedekatan dengan Allah ta’ala, dan kesempurnaan dalam memperoleh ilmu.
- Dan jika ia melihat cahaya yang tak berujung, alam semesta yang tak berbatas, terbang di udara, naik ke langit, gurun tanpa pohon maupun batu, serta melintasi bumi dan mengungkap rahasia dan alam bawah, maka semua ini menandakan dominasi sifat spiritual.
- Dan jika ia melihat malaikat, para nabi (semoga damai besertanya), para ulama, dan orang-orang saleh, maka semua ini menandakan kejernihan jiwanya dan keutamaan sifat-sifatnya
Referensi Tulisan ini :
| Judul | Risālat al-sulūk al-khādimah li-jamīʻ al-ṭuruq |
| Penulis | al-Dahhān, ʻAbd al-Qādir. al-Ṭāʼī, Muḥummad Rajab, |
| Penerbit | al-Maṭbaʻah al-ʻIlmīyah, halab |
| Tahun Cetak | 1351 [1932/1933] |