Rabu, 14 Januari 2026

Mengenal Tarekat Qadiriyah wa Naqshabadiyah (TQN) di Organisasi JATMAN

Tarekat Qadiriyah wa Naqshabadiyah (TQN) merupakan salah satu tarekat yang berafiliasi dalam sebuah Organisasi JATMAN, Jamiyyah at-Tareqat al-Mu'tabarah al-Naqshabandiyah.

Di dalam kajian tasawuf klasik mungkin tidak bisa ditemukan Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sebagai orde Tarekat. Sebagai mana tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah itu sendiri. Memang, karena Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) adalah tarekat yang lahir pada akhir abad 18 (sekitar tahun 1870-an). Sehingga secara sosial keagamaan, tarekat ini lahir di dalam lingkungan masyarakat Islam Nusantara Makkah di masa kolonialisme barat.

Kelahiran Tarekat Qadiriyah wa Naqshabadiyah (TQN) dari Makkah merupakan barokah untuk umat Islam Nusantara, khususnya bangsa Indonesia. Dengan tarekat tersebut umat Islam meningkatkan kualitas iman dan Islam-nya. Serta memupuk nasionalisme dan patriotisme. Sehingga pada saatnya, umat Islam siap untuk melepaskan diri dari penjajahan Belanda dan menuju kemerdekaan.

PROFIL TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSHABANDIYAH

Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) adalah sebuah aliran tarekat yang merupakan perpaduan (univikasi) dari dua aliran tarekat besar, yaitu ;Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddidiyah.

Tarekat ini didirikan oleh seorang Mursyid Thoriqoh Qadiriyah di Makkah yang menjadi Imam Masjidil Haram yang bernama : Syekh Ahmad Khatib as Sambasi, bin Abdul Ghofar, Sambas Kalimantan Barat. Yang bermukim di Makkah Al Mukaromah. Yang wafat pada tahun 1878 M.

Tarekat Qadiriyah wa Naqshabadiyah (TQN) ini masuk ke Indonesia (pulau jawa) melalui para kholifah syekh Ahmad Khotib yang berasal dari Indonesia, dan diantara yang paling penting ada melalui tiga jalur silsilah, yaitu : dari jalur Syekh Abdul Karim al- Bantani, di Pagenthongan, Ciwaringin Jawa Barat. Jalur Syekh Muhammad Tholhah al Cireboni, di Cirebon Jawa Barat dan Syekh Ahmad Hasbu al- Maduri, yang berpusat di pondok pesantren Rejoso Jombang, Jawa Timur.

Dari ke tiga jalur ini pula, Tarekat Qadiriyah wa Naqshabadiyah (TQN) masuk ke Jawa Timur. Dari jalur silsilah Syekh Abdul Karim al- Bantani menyebar ke Jawa Timur melalui seorang mursyid di Jawa Tengah (Mranggen, Semarang Jawa Tengah), namanya Syekh KH. Muslikh bin Abdurrohman. Dari jalur silsilah Syekh Ahmad Hasbu al Maduri masuk ke Jawa Timur melalui seorang mursyid di Rejoso Jombang, Pondok Pesantren Darul Ulum, yang bernama Syekh KH. Romli Tamim. Sedangkan yang dari jalur syekh Ahmad Tholhah al Cireboni masuk ke Jawa Timur kebanyakan melalui seorang mursyid dari pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, yang bernama Syekh KH. Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom).

Sekarang Tarekat Qadiriyah wa Naqshabadiyah (TQN) sudah memiliki banyak sekali kemursyidan, yang masing-masing memiliki kemandirin dan kebebasan yang penuh untuk mengatur dan menyebarkan TQN ke wilayah manapun, sebagaimana karakter pondok pesantren. Termasuk dalam hal aviliasi kemasyarakatannya. Sehingga ada diantara kemursyidan TQN yang sama sekali tidak berjamaah (bekerjasama) dengan kemursyidan yang lainnya, ada yang membentuk forum silaturrahmi, ada yang tergabung di dalam jam’iyyah NU dalam wadah bersama JATMAN dan ada yang bergabung dalam jam’iyyah dakwah JATMI (Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Al Muktabaroh Indonesia).

Ajaran pokok TQN ini meliputi :

  1. Konsep Wasatiyah dalam Suluk (moderasi dalam laku tasawuf),
  2. Adabul Muridin (kode etik seorang pengamal tasawuf) ,
  3. Dzikir Jahri Nafi Istbat serta dzikir sirri Lathoif.
  4. Muroqobah 20.

SILSILAH SANAD TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSHABANDIYAH

TQN merupakan sebuah tarekat yang menggabungkan 2 ajaran besar tarekat menjadi satu, yaitu Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqshabandidyah. Hal ini mempengaruhi silsilah sanad yang dianut tarekat TQN ini.

Berikut silsilah sanad Tarekat Qadiriyah, adalah sebagai berikut:

  1. Allah SWT
  2. Jibril AS.
  3. Nabi Muhammad SAW.
  4. Syekh Ali ibn Abi Thalib Karamallahu Wajhah
  5. Syekh Husain ibn Ali qs
  6. Syekh Ali Zainal Abiddin qs
  7. Syekh M. al-Baqir qs
  8. Syekh Ja’far al-Shodiq qs
  9. Syekh Musa al-Kadhim qs
  10. Syekh Ali ibn Musa al-Ridlo qs
  11. Syekh Ma’ruf al-Karakhi qs
  12. Syekh Sarri al-Saqoti qs
  13. Syekh Abu Qosim Janaidi al-Baghdadi qs
  14. Syekh Abu Bakar al-Sibli qs
  15. Syekh Abd. Wahid al-Tamimi qs
  16. Syekh Abu al-Farraj al-Turtusi qs
  17. Syekh Abd. Hasan Ali al-Karakhi qs
  18. Syekh Abu Sa’id Mubarok al Majzumi qs
  19. Syekh Abd. Qodir al-Jailani qs
  20. Syekh Abd. Azis qs
  21. Syekh M. Hattaq qs
  22. Syekh Syamsuddin qs
  23. Syekh Syarifuddin qs
  24. Syekh Nuruddin qs
  25. Syekh Waliuddin qs
  26. Syekh Hisyamuddin qs
  27. Syekh Yahya qs
  28. Syekh Abu Bakar qs
  29. Syekh Abd. Rakhim qs
  30. Syekh Usman qs
  31. Syekh Abd. Fattah qs
  32. Syekh M. Murod (Makkah) qs
  33. Syekh Syamsuddin (Makkah) qs
  34. Syekh A. Khatib al-Syambasi qs

Sedangkan Silsilah sanad Tarekat Naqshabandiyah, adalah sebagai berikut:

  1. Allah SWT
  2. Jibril AS.
  3. Nabi Muhammad SAW.
  4. Syekh Abu Bakar al-Siddiq qs
  5. Syekh Salman al-Farisi qs
  6. Syekh Qosim ibn Muh. Ibn Abu Bakar qs
  7. Syekh Imam Ja’far aal-Shodik qs
  8. Syekh Abu Yazid al-Bustami qs
  9. Syekh Abu Hasan Kharqani qs
  10. Syekh Abu Ali al-Farmadi qs
  11. Syekh Yusuf al-Hamdani qs
  12. Syekh Abd. Khalik Guzdawani qs
  13. Syekh Arif Riya al-Qari’ qs
  14. Syekh Muhammad Anjiri qs
  15. Syekh Ali Rami Tamimi qs
  16. Syekh M. Baba Sambasi qs
  17. Syekh Amir Kulali qs
  18. Syekh Bah’uddin al-Naqsyabandi qs
  19. Syekh M. Alauddin al-Attari qs
  20. Syekh Ya’qub Jarekhi qs
  21. Syekh Ubaidillah Aharari qs
  22. Syekh M. Zahid qs
  23. Syekh Darwis Muhammad Baqi’ Billah qs
  24. Syekh A. Faruqi as-Shirhindi qs
  25. Syekh Al-Maksum al-Sirhindi qs
  26. Syekh Saifuddin Afif Muhammad qs
  27. Syekh Nur Muhammad Badawi qs
  28. Syekh Syamsuddin Habibullah Janjani qs
  29. Syekh Abdullah ad-Dahlawi qs
  30. Syekh Abu Sa’id al-Ahmadi qs
  31. Syekh Ahmad Sa’id al-Madani qs
  32. Syekh Muhammad Jan al-Makki qs
  33. Syekh Khalil Hilmi qs
  34. Syekh A. Khatib al-Syambasi qs

Dari kedua silsilah sanad tarekat ini, bertemu pada Syekh A. Khatib al-Syambasi qs yang kemudian dikembangkan kepada 3 khalifah besar setelahnya, yaitu Syekh Abdul Karim Al Bantani, Syekh Muhammad Tholhah Al Cireboni, Syekh Ahmad Hasbu Al Maduri.

Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait