Kamis, 26 Maret 2026

Nafsu Lawamah Fase Kedua Suluk Sufi

Fase kedua dari 7 maqamat atau fase suluk sufi, sebuah titian yang harus ditelusuri dan dilalui oleh oeang-orang yang inginmenempuh jalan kebenaran ilahi, adalah fase "Nafsu Lawamah".

Fase Kedua : Maqam Nafsu Lawamah; pada tingkatan/fase ini status Salik disebut sebagai al-Khadim (Pembantu Tuhan). Dan maqam ini sebagai manifestasi dari ayat yang berbunyi: "ar-Rahman ar-Rahim" (QS Al-Fatihah : 2)

Kunci Lafadz "ALLAH" dengan huruf Alif berharakat hamzah, memperpanjang huruf Lam dan huruf Ha' yang disukun.
Tempat  Hati, berlokasi dibawah susu sebelah kiri
Sifat  Nafsu Lawamah
Persepsi  Tidak ada Pelaku selain Allah ta'ala — (latifah qalb yang bersifat kholqiyah)

 

Membaca Doa Tawajjuh setelah selesai berzikir

" اللَّهُمَّ لَا سِوَاك مَوْجُود حَقِيقِيّ إِلَهِي اجْعَلْ قَلْب عَبْدَك الضَّعِيف مُظْهِرًا لِذَاتِك وَمُتَّبِعًا لِآيَاتِكَ وَارْزُقْنِي الثَّبَاتِ عَلَى ذِكْرِك يَا اللَّهُ وَدَلَّنِي بِكَ عَلَيْكَ يَا اللَّهُ ".

"Ya Allah, Tidak ada yang lain selain Engkau yang benar-benar ada, ya Tuhanku. Jadikanlah hati hamba-Mu yang lemah ini sebagai cermin dari diri-Mu dan pengikut ayat-ayat-Mu, serta anugerahkanlah kepadaku keteguhan dalam mengingat-Mu, ya Allah, dan tunjukkanlah aku kepada-Mu melalui-Mu, ya Allah."

Kemudian kondisi atau pengalaman spiritual (al-Ahwal) yang muncul pada fase ini disebut "cinta". Dalam Tahapan ini, seorang Salik yang mengabdikan diri (khadim) harus mendapatkan restu/izin dari pembimbing (murshid) yang sempurna dan berproses dengan mengucapkan lafadz “Allah”. Di awal fase ini, sang Salik akan menyaksikan hewan-hewan yang dimakan dagingnya sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Pengalaman Spiritual (Al-Ahwal) pada fase ini

  • Jika ia bermimpi melihat domba, itu merupakan pertanda kesempurnaan kepasrahan dan ketaatan, atau bahwa ia telah mengonsumsi makanan yang halal.
  • Jika ia bermimpi melihat kambing, itu pertanda kekakuan dan kebodohan, dan sedangkan melihat gambar sapi dan kerbau menandakan ketidakmauan mendengarkan perkataan seseorang, berbeda dengan makna pada mimpi sebelumnya.
  • Dan jika ia bermimpi melihat ayam, merpati, angsa, bebek, dan sejenisnya, ini merupakan pertanda bahwa ia sangat memperhatikan barang halal.
  • Jika ia bermimpi melihat ikan, itu menandakan penghasilan yang halal.
  • Jika ia bermimpi air masuk ke rumahnya, itu menandakan penyebaran ilmu di dalam rumah tersebut.
  • Jika ia bermimpi dirinya menimba air dengan ember dan meminumnya, itu menandakan ketakwaan.
  • Jika ia melihat dirinya mendaki gunung tinggi dan melihat air mengalir darinya, itu menandakan ketaatan hati dan keselamatannya;
  • Jika ia melihat dirinya menaiki kapal dan berlayar di laut, itu menandakan ketaatannya pada syariat dan perilakunya yang sesuai dengan jalan yang benar,
  • Jika ia melihat dirinya masuk ke kebun buah dan kebun anggur serta melihat pohon-pohon berbunga namun tidak berbuah, hal itu menandakan permulaan kebaikan keadaannya;
  • Jika ia melihat dirinya memakan buah-buahan seperti apel, delima, dan sejenisnya, hal itu menandakan bahwa hatinya dipenuhi cahaya Allah ta’ala;
  • Jika ia melihat semangka dan kacang, hal itu menandakan ilmu yang mendalam; dan jika ia melihat gips, hal itu menandakan gambaran pengetahuan,
  • Jika ia melihat dirinya masuk ke kamar mandi atau mandi, itu menandakan kesucian hatinya,
  • Jika ia melihat dirinya masuk ke Baitul Maqdis atau Makkah al-Mukarramah, itu menandakan perbaikan keadaannya,
  • Jika ia melihat sapi yang mengembara di atasnya atau badak, itu menandakan orang-orang menjauh darinya dan merasa takut padanya,
  • Jika ia melihat lebah, itu menandakan memperoleh akhlak yang mulia, dan madu itu menandakan pengenalan akan Allah ta’ala,
  • Jika ia melihat pasukan Islam dalam barisan dan regu, serta jika ia juga melihat anak-anak muda, itu menandakan malaikat,
  • Jika ia melihat bayi menyusu, itu menandakan perubahan hati dan sifatnya.
  • Jika ia melihat air yang tergenang atau jernih, hal itu menandakan keadaannya yang baik;
  • Jika ia melihat lentera yang menyala, lampu, masjid yang bersih, serta bintang-bintang di langit, hal itu menandakan cahaya dzikir yang bersinar di hatinya. Sebab, bulan melambangkan hati dan matahari melambangkan jiwa; melihat bulan menandakan cahaya hatinya, sedangkan melihat matahari menandakan cahaya jiwanya,
  • Jika ia melihat burung, itu menandakan kesengsaraannya;
  • Jika ia melihat sapi, itu menandakan kebiasaannya makan berlebihan, berbeda dengan makna pertama;
  • Jika ia melihat kuda, itu menandakan bertambahnya tekad dan kebanggaannya;
  • Jika ia melihat tanah yang lembek dan debu, itu menandakan kemampuannya untuk menerima limpahan atau kerendahan hati;
  • Jika ia melihat pasir, itu menandakan ketidakstabilan dan keraguannya dalam perilaku,
  • Jika ia melihat rintangan, itu menandakan kesulitan dalam perilakunya,
  • Jika ia melihat timah, itu menandakan kesempurnaan,
  • Jika ia melihat perak dan emas, itu menandakan kesempurnaan,
  • Jika ia melihat dirinya shalat ke arah selain kiblat, itu menandakan ia kembali dari jalan yang benar dan meninggalkan hubungan dengan gurunya.

Referensi Tulisan ini :

Judul Risālat al-sulūk al-khādimah li-jamīʻ al-ṭuruq
Penulis al-Dahhān, ʻAbd al-Qādir. al-Ṭāʼī, Muḥummad Rajab,
Penerbit al-Maṭbaʻah al-ʻIlmīyah, halab
Tahun Cetak 1351 [1932/1933]

« Sebelumnya
Prev Post
Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait