Fase kedua dari 7 maqamat atau fase suluk sufi, sebuah titian yang harus ditelusuri dan dilalui oleh oeang-orang yang inginmenempuh jalan kebenaran ilahi, adalah fase "Nafsu Lawamah".
Fase Kedua : Maqam Nafsu Lawamah; pada tingkatan/fase ini status Salik disebut sebagai al-Khadim (Pembantu Tuhan). Dan maqam ini sebagai manifestasi dari ayat yang berbunyi: "ar-Rahman ar-Rahim" (QS Al-Fatihah : 2)
| Kunci | Lafadz "ALLAH" dengan huruf Alif berharakat hamzah, memperpanjang huruf Lam dan huruf Ha' yang disukun. |
| Tempat | Hati, berlokasi dibawah susu sebelah kiri |
| Sifat | Nafsu Lawamah |
| Persepsi | Tidak ada Pelaku selain Allah ta'ala — (latifah qalb yang bersifat kholqiyah) |
Membaca Doa Tawajjuh setelah selesai berzikir
"Ya Allah, Tidak ada yang lain selain Engkau yang benar-benar ada, ya Tuhanku. Jadikanlah hati hamba-Mu yang lemah ini sebagai cermin dari diri-Mu dan pengikut ayat-ayat-Mu, serta anugerahkanlah kepadaku keteguhan dalam mengingat-Mu, ya Allah, dan tunjukkanlah aku kepada-Mu melalui-Mu, ya Allah."
Kemudian kondisi atau pengalaman spiritual (al-Ahwal) yang muncul pada fase ini disebut "cinta". Dalam Tahapan ini, seorang Salik yang mengabdikan diri (khadim) harus mendapatkan restu/izin dari pembimbing (murshid) yang sempurna dan berproses dengan mengucapkan lafadz “Allah”. Di awal fase ini, sang Salik akan menyaksikan hewan-hewan yang dimakan dagingnya sebagaimana dijelaskan di bawah ini.
Pengalaman Spiritual (Al-Ahwal) pada fase ini
- Jika ia bermimpi melihat domba, itu merupakan pertanda kesempurnaan kepasrahan dan ketaatan, atau bahwa ia telah mengonsumsi makanan yang halal.
- Jika ia bermimpi melihat kambing, itu pertanda kekakuan dan kebodohan, dan sedangkan melihat gambar sapi dan kerbau menandakan ketidakmauan mendengarkan perkataan seseorang, berbeda dengan makna pada mimpi sebelumnya.
- Dan jika ia bermimpi melihat ayam, merpati, angsa, bebek, dan sejenisnya, ini merupakan pertanda bahwa ia sangat memperhatikan barang halal.
- Jika ia bermimpi melihat ikan, itu menandakan penghasilan yang halal.
- Jika ia bermimpi air masuk ke rumahnya, itu menandakan penyebaran ilmu di dalam rumah tersebut.
- Jika ia bermimpi dirinya menimba air dengan ember dan meminumnya, itu menandakan ketakwaan.
- Jika ia melihat dirinya mendaki gunung tinggi dan melihat air mengalir darinya, itu menandakan ketaatan hati dan keselamatannya;
- Jika ia melihat dirinya menaiki kapal dan berlayar di laut, itu menandakan ketaatannya pada syariat dan perilakunya yang sesuai dengan jalan yang benar,
- Jika ia melihat dirinya masuk ke kebun buah dan kebun anggur serta melihat pohon-pohon berbunga namun tidak berbuah, hal itu menandakan permulaan kebaikan keadaannya;
- Jika ia melihat dirinya memakan buah-buahan seperti apel, delima, dan sejenisnya, hal itu menandakan bahwa hatinya dipenuhi cahaya Allah ta’ala;
- Jika ia melihat semangka dan kacang, hal itu menandakan ilmu yang mendalam; dan jika ia melihat gips, hal itu menandakan gambaran pengetahuan,
- Jika ia melihat dirinya masuk ke kamar mandi atau mandi, itu menandakan kesucian hatinya,
- Jika ia melihat dirinya masuk ke Baitul Maqdis atau Makkah al-Mukarramah, itu menandakan perbaikan keadaannya,
- Jika ia melihat sapi yang mengembara di atasnya atau badak, itu menandakan orang-orang menjauh darinya dan merasa takut padanya,
- Jika ia melihat lebah, itu menandakan memperoleh akhlak yang mulia, dan madu itu menandakan pengenalan akan Allah ta’ala,
- Jika ia melihat pasukan Islam dalam barisan dan regu, serta jika ia juga melihat anak-anak muda, itu menandakan malaikat,
- Jika ia melihat bayi menyusu, itu menandakan perubahan hati dan sifatnya.
- Jika ia melihat air yang tergenang atau jernih, hal itu menandakan keadaannya yang baik;
- Jika ia melihat lentera yang menyala, lampu, masjid yang bersih, serta bintang-bintang di langit, hal itu menandakan cahaya dzikir yang bersinar di hatinya. Sebab, bulan melambangkan hati dan matahari melambangkan jiwa; melihat bulan menandakan cahaya hatinya, sedangkan melihat matahari menandakan cahaya jiwanya,
- Jika ia melihat burung, itu menandakan kesengsaraannya;
- Jika ia melihat sapi, itu menandakan kebiasaannya makan berlebihan, berbeda dengan makna pertama;
- Jika ia melihat kuda, itu menandakan bertambahnya tekad dan kebanggaannya;
- Jika ia melihat tanah yang lembek dan debu, itu menandakan kemampuannya untuk menerima limpahan atau kerendahan hati;
- Jika ia melihat pasir, itu menandakan ketidakstabilan dan keraguannya dalam perilaku,
- Jika ia melihat rintangan, itu menandakan kesulitan dalam perilakunya,
- Jika ia melihat timah, itu menandakan kesempurnaan,
- Jika ia melihat perak dan emas, itu menandakan kesempurnaan,
- Jika ia melihat dirinya shalat ke arah selain kiblat, itu menandakan ia kembali dari jalan yang benar dan meninggalkan hubungan dengan gurunya.
Referensi Tulisan ini :
| Judul | Risālat al-sulūk al-khādimah li-jamīʻ al-ṭuruq |
| Penulis | al-Dahhān, ʻAbd al-Qādir. al-Ṭāʼī, Muḥummad Rajab, |
| Penerbit | al-Maṭbaʻah al-ʻIlmīyah, halab |
| Tahun Cetak | 1351 [1932/1933] |