Tertuang dalam kitab "Risālat al-sulūk al-khādimah li-jamīʻ al-ṭuruq", bahwa fase atau dalam terma tarekat sufi dikenal sebagai Maqamat, yang pertamakali adalah "Nafsu Amarah"
Hendaklah orang yang menempuh jalan spiritual, yang disebut salik memulai aktifitas suluknya dengan memohon ampunan (istighfar) lalu mengucapkan salam kepada Nabi Pilihan, Muhamad shallhu alaihi wasallam, sebelum memulai dzikir sesuai kemampuannya dan niatnya. Fase atau maqamat sufi terdapat 7 (tingkatan), yaitu:
Fase Pertama : NAFSU AMARAH
Nafsu dalam fase ini disebut “Nafsu Immarah”, dan orang yang menempuh jalan spiritual pada tahap ini disebut “Murid”, yang merupakan manifestasi dari ayat: ” Al-hamdu lillahi Rabbil-‘alamin” (QS Al-Fatihah : 1) .
| Kunci | Kalimat “La ilaha illa Allah” dengan memperpanjang huruf lām dan memotong huruf hamza dari kata “ilaha” |
| Tempat | Dada |
| Sifat | Nafsu Amarah |
| Persepsi | Tidak ada yang berhak disembah di alam semesta ini selain Allah — (latifah nasf yang bersifat kholqiyah) |
Membaca Doa Tawajjuh setelah selesai berzikir
Disarankan membaca doa tawajjuh sebagai berikut:
"Ya Allah, sucikanlah diriku secara lahiriah berkat kuasa kalimat “La ilaha illallah”, dan nyatakan batinku dengan hakikat kalimat “La ilaha illallah”, dan tenggelamkanlah dhahirku dengan kuasa kalimat “La ilaha illallah”, dan lindungilah aku, ya Allah, dengan-Mu di tingkatan-tingkatan wujud-Mu beserta kesaksian-Mu sehingga aku tidak menyaksikan selain perbuatan-Mu, sifat-sifat-Mu, dan wajah-Mu yang benar dengan kebenaran bahwa kalimat “La ilaha illallah”, dan lindungilah aku dari godaan/fitnah nafsu dan hawa nafsu dengan rahasia kalimat “La ilaha illallah”."
Pengalaman Spiritual (Al-Ahwal) pada fase ini
Sebelum kita menjelaskan dan menafsirkan mimpi-mimpi yang dilihat oleh sebagian orang Salik selama menempuh perjalanan spiritualnya pada fase pertama; mari kita mulai dengan memaparkan ketentuan-ketenuan umum dalam menafsirkan mimpi atau kejadian batin yang dialami saat proses suluk (yang akan dijelaskan secara terpisah dalam situs ini berjudul "Mimpi dan Pengalaman Spiritual Sufi").
❅❅❅  
Kemudian, apa yang tampak dari kondisi spiritual (ahwal/spiritual states) pada tahap pertama disebut “Maila (kesenderaungan)”; maka sang Salik, ketika menjalani perjalanannya yang spiritual disebabkan kegelapan nafsu amarah, pada awalnya akan melihat dalam mimpinya binatang-binatang pemangsa yang dagingnya tidak dimakan serta serangga-serangga berbahaya yang melambangkan sifat-sifat buruk yang melekat dan menggambarkan jiwa amarah tersebut, lalu ia menghapusnya dengan kelebat cahaya terang dari banyaknya dzikir “La ilaha illallah” dengan khusyuk dan penuh kehadiran.
Inilah yang dimaksud dengan penafsiran maqamat yang dilihat oleh seorang murid pada awalnya di tahap pertama ini:
- Jika murid melihat semut dalam mimpi atau kejadian spiritual, hal itu menandakan sifat keserakahan yang sedang menguasainya;
- Jika murid melihat dalam mimpi seekor singa, harimau, macan tutul, gajah, atau hewan sejenisnya, hal itu menandakan ketidakadilan dan kesombongan diri;
- Jika ia melihat tupai, hiena, atau hewan sejenisnya, hal itu menandakan pencurian;
- Jika ia melihat gerbil (hewan pengerat), hal itu menandakan penyimpanan harta, yaitu mengumpulkan emas dan perak di bawah tanah;
- Jika ia melihat tikus atau tikus tanah, hal itu menandakan keserakahan dan kekikiran;
- Jika ia melihat kura-kura, hal itu menandakan memandang hal-hal terlarang pada orang lain;
- Jika ia melihat katak, ular berbisa, belalang, atau serangga lainnya, maka sifat alaminya yang menjijikkan sedang menguasai (domination) dirinya, sehingga hal itu menandakan penolakan manusia terhadapnya;
- Jika ia melihat setan, jin, raksasa, atau tawon merah, hal itu menandakan bahwa ia dikuasai oleh kesesatan dan fitnah;
- Jika ia melihat seorang Yahudi, hal itu menandakan penolakan terhadap ajaran gurunya;
- Jika ia melihat seorang Kristen, hal itu menandakan penolakan terhadap agama; dan jika ia melihat seorang kafir yang berperang, hal itu menandakan kekafirannya.
- Jika ia melihat dirinya menginjak seseorang dari jenis manusia atau hewan, hal itu menandakan kebaikan yang akan datang dari tuannya, asalkan ia tidak bermimpi.
- Jika ia melihat kutu atau kutu busuk menempel di pakaian atau tubuhnya, atau melihat lalat terbang di atas kepalanya, semua itu menandakan dominasi pikiran-pikiran buruk di dalamnya;
- Jika ia bermimpi masuk ke pasar, itu menandakan ia sedang dikuasi nafsu dan sifat alamiahnya;
- Jika ia bermimpi melihat anjing atau beruang, itu menandakan kekikiran dan kemarahan;
- Jika ia bermimpi melihat serigala dan kelelawar, itu menandakan gosip, sindiran, keheranan, dan iri hati.
- Jika ia melihat ular, kadal, dan kalajengking, hal itu menandakan permusuhan, sikap dingin, dan sifat jahat;
- Jika ia melihat kijang, hal itu menandakan kejahatan dan fitnah.
- Jika ia melihat rubah, hal itu menandakan pemalsuan, tipu daya, dan akal-akalan.
- Jika ia melihat serigala, hal itu menandakan bersantai-santai, bersenang-senang, dan pencurian.
- Jika ia melihat keledai dalam konteks ini, itu menandakan dominasi nafsu seksual, nafsu makan, dan kemalasan.
- Jika melihat babi, itu menandakan cinta dunia, makan haram, dan memandang hal-hal terlarang.
- Jika melihat kucing, itu menandakan syahwat perut atau kelalaian; jika melihatnya berkali-kali, maka kucing itu adalah dari golongan jin.
- Jika melihat kelinci, berarti kelalaian dan kebodohan menguasainya.
- Kelinci betina melahirkan anak jantan pada satu tahun dan anak betina pada tahun berikutnya. Jika ia melihat dirinya masuk neraka, itu menandakan ia mengikuti hawa nafsu.
- Jika ia melihat dirinya terjatuh ke dalam lumpur, itu menandakan keadaan yang rusak.
- Jika ia melihat dirinya sakit, itu menandakan kelalaiannya dalam pekerjaan.
- Jika ia melihat dirinya mati, itu menandakan kekalahan dan penindasan dirinya.
- Jika ia melihat burung hantu, itu menandakan orang-orang tua dan para pengembara yang munafik.
- Jika ia melihat burung gagak hitam dan burung abu-abu, itu menandakan banyak bicara;
- Jika ia melihat burung merak, itu menandakan kesombongan diri dan congkak;
- Jika ia melihat burung elang, itu menandakan memakan daging manusia melalui fitnah dan fitnah;
- Jika ia melihat belalang, itu menandakan ia melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat;
- Jika ia melihat cacing-cacing kecil, itu menandakan kebodohan; maka melihat hal-hal yang haram dan memakannya, seperti minum khamar dan minuman haram lainnya, jika ia meminumnya di dalam mimpinya, itu menandakan ia memakan yang haram, dan jika ia melihatnya, itu menandakan pandangannya tertuju pada yang haram;
- Jika ia melihat tempat penjualan minuman keras, tempat sampah, gang-gang sempit, toko-toko, lubang-lubang, air keruh, anggota tubuh, atau pakaian yang kotor atau najis, hal itu menandakan kecenderungan untuk mencintai dunia dan perhiasannya.
- Jika ia melihat dirinya masuk ke dalam sebuah rumah yang dikenal, hal itu menandakan bahwa ia akan kembali ke keadaan semula;
- Jika ia melihat dirinya masuk ke pasar di sekitaran masjid, hal itu menandakan bahwa ia melakukan perbuatan sesuai dengan sifat dan karakternya.
- Jika ia melihat sebuah rumah yang bersih, bermebel, dan dihias, hal itu menandakan bahwa watak (sifat sadar) membutuhkan perhatian terhadap perbaikan diri dan kemajuan dalam pekerjaan.
- Jika ia melihat tempat-tempat jerami dan rumput kering, hal itu menandakan perolehan ilmu-ilmu alam demi urusan duniawi,
- Jika ia melihat pohon poplar dan willow atau yang serupa dengannya, hal itu menandakan kembalinya ia menganggap remeh/mudah dan kelonggaran sifat.
- Jika ia melihat dirinya berenang di suatu tempat, berjalan di atas laut, terbang di udara, masuk ke dalam api, atau berputar di sekitarnya, hal itu menandakan kembali ke pada unsur-unsur alam serta keterlibatannya dan keterpusatan (focus) pada unsur-unsur tersebut.
- Jika ia melihat wajahnya berbalik ke belakang, hal itu menandakan kembalinya dari jalan yang benar setelah bertobat.
- Jika ia melihat budak dan pelayan, hal itu menandakan pelayanan terhadap kekuatan fisik. Jika ia melihat jubahnya hilang atau dicuri, hal itu menandakan dominasi setan atas dirinya.
- Jika ia melihat dirinya telanjang kaki dan tidak dapat menemukan sandalnya, hal itu menandakan ketidakberuntungan dalam suatu urusan,
- Jika ia melihat burung malam, itu menandakan bahwa ia menyembunyikan kebenaran dan menolak pengingkaran;
- Jika ia melihat wanita atau rusa, itu menandakan jiwa;
- Jika ibunya merasa iba padanya dalam mimpi, itu menandakan kebaikan jiwanya, dan jika tidak, itu menandakan keburukannya;
- Jika ia melihat kerabat ibunya, itu adalah kekuatan psikologis dan nafsu,
- Jika ia melihat kerabat ayahnya, itu adalah kekuatan spiritual,
- Jika ia melihat dirinya dalam wujud kucing, itu menandakan pengaturan (mengelola) penghidupannya.
Demikian pula, Syaikh Junaid al-Baghdadi, semoga rahmat Allah melimpah padanya, pada awal perjalanan spiritualnya melihat gurunya dalam wujud seekor kucing, dan kucing itu terus menatap lubang tikus. Ia berkata, “Aduh, ternyata guruku bukanlah manusia.” Ketika ia berkata demikian, terdengarlah seruan kepadanya, "Janganlah engkau menganggap dirimu lebih tinggi dari seekor kucing. Arahkanlah pandanganmu ke dalam hatimu, karena di sanalah engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan, dan jika ia melihat bahwa ia telah mati atau membunuh seseorang, maka jiwanya pun telah mati.
Hewan-hewan yang diterima –dalam tahapan ini- dapat diamati dan diinterpretasikan ke dalam ketujuh fase tersebut, namun sifat-sifatnya dijelaskan dan ditafsirkan sesuai dengan perbedaan hewan-hewan tersebut berdasarkan posisinya.
Referensi Tulisan ini :
| Judul | Risālat al-sulūk al-khādimah li-jamīʻ al-ṭuruq |
| Penulis | al-Dahhān, ʻAbd al-Qādir. al-Ṭāʼī, Muḥummad Rajab, |
| Penerbit | al-Maṭbaʻah al-ʻIlmīyah, halab |
| Tahun Cetak | 1351 [1932/1933] |