Manusia merupakan makluhk hidup yang menjadi bagian dari alam, bersifat dan berkarakter seperti alam ini, semisal mati, hidup, musnah menjadi ciri khas manusia, alam dan indera. Dan Tuhan yang Hak berada di luar jangkauan indera, bagian dari meta-fisika atau ghaib (al-Ghoib).
Bagaimana jika ada yang menyatakan, "Tuhan itu seperti manusia; menyesal, makan, minum, berhubungan badan, dan sebagainya?", adakah ide seperti ini dalam otak manusia?, apa latar belakang munculnya sebuah ilustrasi demikian?.
Terlebih dulu, kita simak tentang apa itu "Anthropomorphization" sebenarnya kata ini tak ada bedanya dengan istilah "menyerupakan", atau merupa-rupakan; menyatakan sesuatu itu mirip, sama, serupa, persis, cocok, atau kata lain yang senada. Namun, kata anthropomorphis lebih mengacu pada sikap "menyerupakan Tuhan dengan sesuatu", itulah makna yang berkembang di kalangan para ilmuwan.
Ketika anda berpikir atau berimajinasi, lalu terlintas dalam benak ada bahwa tuhan kok seperti ini dan itu, persis dengan ini dan itu, dan sebagainya. Terlepas dengan apa dan siapa anda menyerupakan maka anda bisa disebut seorang anthtropomorphis, (dalam islam dikenal dengan ahl at-Tasybih, atau al-Musyabbihin –penganut aliran penyerupaan tuhan- dan berhukum kafir sebab langsung menusuk pada inti keimanan).
Bentuk dan corak anthropomorpis ini cukup beragam, bahkan saking banyaknya sampai sulit dihitung dengan jari. Sejarah ajaran ini juga sangat panjang, dari dulu sampai kini, mungkin esok juga ada orang yang beranggapan bahwa tuhan itu seperti ini dan itu. Secara global antrhopomorphis (penyerupaan) memiliki 3 corak dasar, yaitu:
- PENYERUPAAN DZAT; artinya tuhan dirupakan dalam bentuk fisik (jism, jasad). Seperti, kata "tuhan itu seperti si A", baik 'mengakui' atau 'diakui', baik diibaratkan 'bapak' atau 'anak'. Contoh sikap 'mengakui' diri sebagai tuhan adalah gaya raja Fir'aun yang berkata dengan lantang layaknya sebuah tantangan, "sayalah tuhan kalian yang paling tinggi dan agung" katanya, lalu diutuslah Musa as guna menasehati dan menegur kecongkakan Fir'aun, dipandu oleh Harun as. Sedangkan corak penuhanan yang diakui adalah penuhanan patung sapi terbuat dari emas yang diakui oleh Samiri dalam bible 'perjanjian lama') beserta pengikutnya dari Bani Israel, lagi-lagi Musa yang diperintah untuk mengobati dan meluruskan mereka. Dan masih banyak patung lainnya yang diagung-agungkan dan dikultuskan dengan alasan tuhan seperti ini dan itu. Latar belakang gagasan ini timbul dari pikiran bahwa tuhan itu punya tangan, kaki, kepala dan bagian fisik lain, akhirnya mereka menyerupakan isi pikiran tersebut dengan menuangkan dalam bentuk nyata, berupa patung dan berhala agar mereka bisa melihat tuhannya.
- PENYERUPAAN SIFAT; misalnya tuhan itu cemburu, jatuh cinta, sakit, lelah dan sebagainya. Dalam ajaran Taurat ala Yahudi, tercantum banyak contoh seperti ini, misalnya Tuhan itu lelah di hari ke-7 setelah dia bekerja keras menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari.
- PENYERUPAAN AKSI (perbuatan); perbuatan atau perilaku, seperti tuhan itu makan, minum, beristri, beranak, bersenggama dan sebagainya.
Sebenarnya, apa sih latar belakang yang mendorong mereka berpikir demikian?. Dan untuk mengetahui lebih jelas tentang latarbelakang ini, maka kita harus memahami benar siapa saja yang menjadi penganut anthropomorphis dalam catatan sejarah... sebab ide ini lahir disulut oleh perilaku dan kemauan manusia dalam upaya memahami tuhan, ada ide dan gagasan berarti ada yang memunculkan, melahirkan dan menyebarkan.
Kami tidak membicarakan konsep penyerupaan ini secara umum, tapi lebih tertuju pada konsep penyerupaan lintas ajaran ahli kitab. Karena konsep ini akan selalu ada dan bertebaran di dunia –termasuk agama samawi- oleh ulah penganutnya. Dan sejujurnya, ide penyerupaan ini telah diawali oleh sekte agama Yahudi, tatkala mereka melakukan perubahan dan penyimpangan teks-teks kitab suci mereka, yakni Taurat.
Gagasan pertama lahir dari otak Samiri yang telah menghasut dan mengajak rakyat bani Israel untuk menyembah patung sapi emas di bukit Sinai sebagai representasi dari wujud tuhan, disaat mereka ditinggal Musa as naik ke gunug Sinai untuk menerima wahyu Tuhan, namun begitu kagetnya Musa as saat tiba di lereng bukit, ternyata rakyat Israel telah membuat patung emas atas prakarsa Samiri.
Sikap asli Yahudi ini berdampak pada perilaku mereka pada era-era berikutnya. Sepeninggal Musa as, bani Israel merubah jalur Tuhan Esa kepada perilaku Tuhan yang dimanusiakan beserta sifat dan gerak gerik manusiawinya. Mereka menyatakan tuhan itu berjalan-jalan di surga, bergulat, makan, minum, takut, menyesal dan sebagainya. Dan semua itu tercantum dalam Perjanjian Lama, bagian dari kitab suci agama Nasrani, yang juga disebut Taurat ala Yahudi.
"Tuhan melihat betapa jahatnya orang-orang di bumi; semua pikiran mereka selalu jahat. Ia pun menyesal telah menjadikan mereka dan menempatkan mereka di bumi. Ia begitu kecewa, sehingga berkata, "Akan Kubinasakan manusia yang telah Kuciptakan itu, dan juga segala burung dan binatang lainnya, sebab Aku menyesal telah menciptakan mereka." [Kejadian 6 : 5-7]
"Bau harum kurban persembahan itu menyenangkan hati Tuhan, dan Ia berkata di dalam hati, "Aku tak akan lagi mengutuk dunia ini karena perbuatan manusia; Aku tahu bahwa sejak masa mudanya, pikiran manusia itu jahat. Aku tak akan pernah lagi membinasakan segala makhluk yang hidup seperti yang baru Kulakukan ini." [Kejadian 8 : 21].
" Lalu berkatalah Tuhan kepada Samuel, "Aku menyesal telah mengangkat Saul menjadi raja, sebab ia telah berbalik daripada-Ku, dan tidak melaksanakan perintah-Ku." Samuel sedih, dan sepanjang malam ia mengeluh kepada Tuhan." [Samuel I 15 : 10-11].
Pernah melihat tuhan duel dan gulat dengan manusia!, dan ternyata dimenangkan manusia, malah tuhan itu yang kalah, tidak hanya itu keduanya menyempatkan diri ngobrol. Simak kata bible dibawah ini:
"Tetapi ia tinggal seorang diri. Maka datanglah seorang laki-laki bergumul dengan Yakub sampai menjelang pagi. Ketika orang itu merasa bahwa ia tidak akan menang dalam pergumulan itu, dipukulnya Yakub pada pinggulnya, sampai sendi pinggul itu terkilir. Lalu kata orang itu, "Lepaskan aku; sebentar lagi matahari terbit." Jawab Yakub, "Saya tidak akan melepaskan Tuan, kecuali jika Tuan memberkati saya." Siapa namamu?" tanya orang itu. "Yakub," jawabnya. Orang itu berkata, "Namamu bukan Yakub lagi. Engkau telah bergumul dengan Allah dan dengan manusia, dan engkau menang; karena itu namamu menjadi Israel." Yakub berkata, "Katakanlah nama Tuan." Tetapi orang itu menjawab, "Tidak perlu engkau bertanya siapa namaku!" Lalu diberkatinya Yakub. Kemudian Yakub berkata, "Saya telah bertemu muka dengan Allah, dan saya masih hidup." Karena itu dinamakannya tempat itu Pniel". [Kejadian 32 : 24-30].
Yahudi adalah biang kerok dan cikal bakal lahirnya ide penyerupaan tuhan yang tersebar di seluruh jagad raya. Tidak segan-segan merubah kitab suci sendiri hanya untuk menuruti kemauan mereka, bahkan para nabi dan orang shaleh pun tega dibunuh karena alasan tidak sekehendak dengan mereka. Jangan sekali-kali anda menasehati orang Yahudi, sebab jika anda lakukan maka anda sendiri akan hancur dan mati sia-sia.
Alasan dibalik semua aksi-aksi orang Yahudi, adalah keyakinan bahwa mereka adalah 'bangsa pilihan' (asy-Sya'bul Mukhtar), berdarah Aria yang suci dan keturuan Daud as dan Sulaiman as, dan mereka yakin kelak akan menguasai dunia. Mereka tidak akan percaya pada siapapun, kecuali terhadap dirinya sendiri dan terhadap impian sebagai keturuan raja, dan tidak akan menganggap atau mendengar siapapun kecuali para Rahib dan nenek moyang (leluhur) mereka.
Ringkasnya, segala bentuk penyelewengan orang Yahudi didorong oleh fanatisme sebagai bangsa pilihan dan turunan ningrat dari darah Raja Daud dan Sulaiman yang pernah menguasai dunia, dan untuk mewujudkan cita-cita ini mereka melakukan segalanya, merusak dan mengacaukan tatanan dunia, termasuk aksi membunuh itu dianggap halal bagi mereka, sebab orang lain selain Yahudi dianggap najis. Dan "Penyerupaan Tuhan" adalah sebagian kecil dari perwujudan impian mereka
Ketika tuhan dimanusiakan, maka manusia dan tuhan setara dalam berbagai hal, termasuk jika manusia akan mencicipi mati, maka tuhan pun akan mati, sebuah konsekuensi logis dari ide 'penyerupaan'. Karena itu, orang Yahudi sebenarnya tidak memiliki tuhan, artinya tuhan yang benar-benar kuasa, agung dan mulia. Dan tuhan menurut mereka adalah mortalitas (kepunahan). Jadi, Tuhan Yahudi telah binasa, dibinasakan oleh mereka sendiri...
Lalu, kemana tuhan itu!, tuhan itu telah mati karena memang tuhan seperti itu tidak ada, artinya tuhan yang bergulat dengan manusia, tuhan yang makan minum, tuhan yang menyesal dan sebagainya.