Rabu, 04 September 2024

Tasawuf dan Kaum Sufi (al-Dalail al-Aliyah)

Kitab berjudul "al-Dalail al-'Aliyah fi Tarekat al-Naqshabandiyah" ini menjadi buku pegangan bagi para murid naqshabandiyah yang membahas disiplim ilmu tasawuf dan tarekat islami menurut ajaran ulama Naqshabandi dari referensi para tokohnya.

Bagaimana karakter kitab ini, maka untuk mengetahui semua itu secara sekilas kami akan berikan garis besar judul seperti dibawah ini :

❅ Mukadimah
❅ Alasan dibalik penulisan kitab ini
❅ Tarekat Naqshabandiyah -tarekat secara umum- hanya bisa dipahami dengan intuisi
❅ Inisial Tarekat Naqshabandiyah lintas era
❅ Pembagian bab kitab ini :
  1. Tasawuf dan Kaum Sufi
  2. Tarekat Naqshabandiyah

Bagian I : Tasawuf dan Kaum Sufi

❅ Pendahuluan

  1. Apa Definisi Tasawuf?
    - Definisi terminologis kata "Tasawuf"
    - Akar Kata "Tasawuf"
  2. Sebab penolakan sebagian orang terhadap kata "Tasawuf", dan dianggap keluar dari agama
  3. Apakah Tasawuf memiliki nama (inisial) lain?
  4. Kedudukan Tasawuf dalam Islam
  5. Hubungan (relasi) Tasawuf dengan Dzikir
  6. Apakah seorang Muslim wajib bertasawuf?
    ❅ Catatan: Klasifikasi jiwa manusia, tendensi jiwa dengan tasawuf
  7. Pentingnya mengikuti Tarekat di era modern
  8. Manfaat (faedah meniti jalan sufi)
  9. Ragam tarekat dan bagaimana memilih tarekat yang sesuai
  10. Interaksi seorang murid terhadap tarekat lain
  11. Hakekat bai'at (ikatan janji)
  12. Dalil bai'at dalam Al-Quran dan Hadist
  13. Hukum bai'at
  14. Mengapa baiat hanya bisa diambil dari syeikh yang 'kamil mukamil'
  15. Sifat dan ciri syeikh yang Kamil
  16. Bantahan terhadap tuduhan sufi yang bersikap 'berlebihan' terhadap gurunya
  17. Batasan cinta murid terhadap gurunya
  18. Bolehkah mengikuti beberapa tarekat di waktu yang sama?
  19. Sikap dan hukum ekstasi (syathat) kaum sufi terhadap pernyataan Syeikh Abi Yazid al-Busthami qs
    ❂ Hukum syathat menurut syara'
    ❂ Alasan orang-orang sufi yang jujur dalam syathat mereka
    ❂ Fenomena dan unsur syathat
    ❂ Pertama: Syathat Syeikh Abu Yazid qs
    ❂ Kedua: Syathat pada perkatan Syeikh Abu Yazid qs
  1. Apakah para sahabat membutuhkan mujahadah seperti pada kaum sufi>
  2. ِApakah para sahabat mengalami ekstasi dan musyahadah alam ghaib, dan cahaya?
  3. Wahabi : daar-dasar perbedannya dengan tasawuf
    ➟ Siapakah kelompok wahabi yang mengklaim 'kaum salafi' secara keliru
    ➟ Tri-Teologi (tiga-ketauhidan) menurut kelompok Ibnu Taimiyah dan Wahabiyah
    ➟ Landasan ajaran Yahudi pada kaum Wahabi tentang Tasybih dan Tajsid
    ➟ Gagasan 'Tidak Bermadzhab' menurut kaum Wahabi
    ➟ Sikap Wahabi yang menuduh dan mencela ulama besar umat
    ➟ Pengingkaran Wahabi terhadap takwil dan majaz demi memuluskan gagasan tasybih dan tajsim
    - Permusuhan Wahabi terhadap berbagai bentuk penghormatan kepada Nabi saw dan keluaganya, walaupun mereka mengatakan bahwa Nabi saw berada di sisi Allah ta'ala di 'arsy, mereka lebih berlebihan daripada kaum Nasrani
    ➟ Sikap Wahabi yang suka bermain-main dengan ilmu syariat (fiqih dan hadits) agar sesuai dengan hasrat mereka
    ➟ Pemikiran Wahabi yang eksklusif dan suka mengklaim orang lain kafir, musyrik dan bid'ah
    ➟ Penekanan Wahabi pada aspek dhahir dan kuantitatif dalam perilaku dan ibadah
    ➟ Sikap Wahabi yang memerangi fenomena tasawuf
    ❅ Catatan: Persamaan pemikiran Wahabi dan Khawarij
  4. Pengantar: Standart Sunah dan Bid'ah
  5. Merayakan kelahiran Nabi Muhamad saw
  6. Merayakan kelahiran para wali dan orang shaleh
  7. Ziyarah makam Nabi saw dan orang sholeh, meminta berkah kepada mereka
    ❅ Catatan: Memahami pernyataan Abu Yazid "Barangsiapa yang menziarahi makam ku maka ia tidak akan terbakar api neraka"
  8. Shalat di mesjid yang terdapat makam
  9. Nazar dan menyembelih kurban untuk orang-orang shaleh
  10. Tawasul dan istighosah untuk para Nabi dan orang shaleh
    ⦿ Dalil tawasul dan istighotsah dalam Al-Quran dan Hadits
    ⦿ Kasus Pertama: Tawasul kepada Nabi saw sebelum diciptakan
    ⦿ Kasus Kedua: Tawasul kepada Nabi saw setelah diciptakan, selama hidup
    ⦿ Kasus Ketiga: Tawasul kepada Nabi saw sesudah meninggal
    ❅ Umar bin Khattab ra bertawasul kepada Abu Abbas
    ⦿ Dalil Istighotsah
  11. Makna kata 'Madad ya Rasulullah saw' atau 'Nadzrat Ya Rasulullah saw'
  12. akna kata 'Madad ya Syadzili', 'Madad Ya Badawi' atau 'Nadzrat Ya Kurdi'
  13. Perbedaan antara Tasawuf dan Syi'ah
    ➟ Bidang Teologi : Syi'ah terpengaruh dengan pemikiran Mu'tazilah dalam mayoritas bahasan teologi
    ➟ Bidang Syariah : Syi'ah bertentangan dengan prinsip Ahli Sunah wal Jama'ah dalam hukum fiqih, seperti nikah mut'ah, shalat diatas batu dari tanah mulia di Najed, menjama' shalat tanpa alasan syar'i, tidak melakukan shalat jumat di masa al-ghaibah
    ➟ Kaum sufi memuliakan seluruh imam/pimpinan ahli bait tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya, sedangkan kum Syiah mengkultuskan 12 belas imam saja, dan mengkat derajat mereka di atas derajat kenabian.
    ➟ Kaum Syiah -berbeda dengan kaum sufi- membeda-bedakan sebagian keluarga ahli bait dengan lainnya, dan mengatakan doktrin tabarri, dimana mereka menjadikan sikap melaknat mayoritas para sahabat besar itu sebagai keniscayaan
    ➟ Ide "Imam Ghaib" menurut Syiah versus Imam Mahdi dalam perspektif kaum sufi
    ➟ Perbedaan Tasawuf Sunni dengan irfan (gnostis) Syiah :
    ⦿ Apa irfan (gnostis) Syiah?
    ⦿ Perbedaan secara umum
    ⦿ Rincian : jalan wushul kepada Allah ta'ala menurut kaum sufi dengan berpegang tegus Quran, Sunah Nabi saw dan perilaku salaf saleh dalam bimbingan seorang syeikh/mursyid yang kamil mukamil, sedangkan dalam tradisi gnostis Syi'ah adalah berpegang pada praktik-praktik spiritual yang berdasarkan percampuran filsafat dengan ajaran-ajaran Syi'ah
    ⦿ Kaum gnostik tidak rela dengan model hubungan syeikh dengan murid seperti yang berlaku di kalangan kaum sufi
    ❅ Catatan: Gagasan "Khatm al-Awliya" dan konsep "al-Washl al-'uryan" di kalangan tarekat Naqshabandiyah
⦿ Kaum Sufi berbeda dengan kaum Gnostik dalam konsep al-isyraq dan teori baik dan buruk yang bersumber dari teori cahaya dan gelap.
⦿ Kaum Gnostik mengikuti doktrin taqiyah dan kerusakan takwil dengan wujud bathin yang bertentangan kedhahiran naskah syara', berbeda dengan jumhur ahli sunah apalagi kaum sufi
⦿ Perbedaan antar murid terletak pada ketakwaan kepada Allah ta'ala, berbeda dengan kaum Syi'ah
⦿ Bantahan terhadap ucapan sebagian mereka bahwa tasawuf berhubungan dengan syi'ah karena fenomena kegiatan di luar nalar dan fenomena eksternal lainnya
❅ Catatan: Karakter tarekat Naqshabandiyah adalah tidak meninggalkan perkara dunia

« Sebelumnya
Prev Post
Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait