Inti penulisan buku ini, adalah memudahkan seorang peminat filsafat, di tahap pemula, dikenalkan lika-liku filsafat, kendala yang dihadapi, serta kesan filosofis tatkala bergelut dengan teori-teori filsafat.
Aku tidak yakin 100 %, bahwa setelah membaca buku kecil ini, kamu akan merasakan efek positif pada diri dan mentalmu, sehingga tekadmu tergumpal menjadi semangat dan bangkit untuk menjadi seorang filosof. Barangkali dalam benakmu muncul cita-cita dan harapan besar akan menjadi filosof. Buku ini ada, disulut oleh gejala-gejala serta dorongan emosional untuk membantu para pengagum filsafat, sebuah cara efektif belajar mengenal dan menerobos sekat halus yang mengelilingi teori filsafat. Aku tidak akan mengatakan padamu, "Akan aku tunjukkan cara termudah dan menarik yang aku lakukan selama ini, dimana aku menilai gagal dalam memahami filsafat karena salah metode". Sayang sekali, tidak seperti itu!, sebenarnya tidak ada cara mudah dan "elegant" (menawan) untuk melintasi kesulitan. Kesulitan tidak bisa hilang secara total, atau sirna tanpa bekas. Selama orang berusaha, sedikit banyak, harus berhadapan dengan kesulitan. Usaha dan sulit membentuk sistem kausalitas (sebab akibat) yang padat. Seperti, tidak sedikit kaum pakar yang berusaha menyusun cara mudah dan efektif mencari uang, tapi tidak ada orang menghasilkan uang dengan berdiam diri, yang nyata adalah berusaha keras.
Persiapan awal, ketika ingin membuktikan potensi minat dan bakat diri dalam hidup, yang membuatnya senang serta bisa mewujudkan keinginan diri dengan ceria, adalah "keyakinan" bahwa apa yang ingin dicapai pasti mengandung kesulitan, dan untuk mewujudkan cita-cita itu diperlukan pengorbanan dan usaha yang gigih, tak kenal kata akhir.
Jika kamu berpikir mampu mewujudkan ide atau gagasan ideal tentang cara mengatur waktu dengan membuat rancangan program kerja pada secarik kertas saja, lebih baik menyatakan diri gagal dan menarik diri lebih awal, selama kamu tidak siap berhadapan dengani frustasi, kecewa atau ilusi-ilusi hampa. Apabila kamu tidak meyakini akan mendapatkan manfaat yang kecil setelah melakukan usaha besar, maka lebih baik jangan melangkah. Tahan semangatmu dan pikirkan ulang, bangkit dari keterlelapan, nyatakan dirimu ada dan sadar.
Waspada!, jangan mengangkat beban terlalu berat diawal kerja, sesuaikan dengan kemampuan dan kekuatan alami, terutama watak dan keahilanmu. Sebenarnya kegagalan itu tidak penting, selama tidak menyebabkan hilangnya rasa hormat dan percaya diri. Tetapi, tidak ada yang bisa menarik kesuksesan selain kesuksesan itu sendiri, begitu halnya tidak yang ada mampu menarik kegagalan selain kegagalan. Karena itu, tatkala menjalankan sebuah misi tertentu untuk mewujudkan diri dan mencapai manfaat besar, sejauh mungkin menghindari kegagalan dini.
Acapkali manusia tidak sadar terhadap apa yang dilakukan, seperti robot yang terakit dari mesin dan alat-alat, tidak bernyawa, tidak hidup walau bergerak, terkesan tidak romantis. Sifat negatif lebih ditonjolkan, kalau kamu lebih riang dan ceria dalam menikmati pekerjaan, niscaya hasilnya lebih positif. Miliki wawasan yang luas dengan mengkaji apa saja secara positif. Jika membiasakan diri menangkap sesuatu secara lebih luas, cukup menjadi jaminan kemudahan, kritis dan elastis dalam bersikap merupakan modal besar yang akan melahirkan daya tarik serta daya pikat luar biasa.
Belajar filsafat bukan angka mati, sehingga kalau tidak belajar filsafat, maka hidup terasa hampa, sama sekali tidak. Filsafat mengajarkan untuk bersikap kritis, analisis, menguraikan masalah sampai sekecil-kecilnya, tidak cepat mengambil kesimpulan yang nampaknya saja benar tapi kenyataan tidak sama. Jika suatu saat filsafat tidak sesuai dengan keahlian, bakat atau kemampuan, lebih baik filsafat ditinggalkan. Tidak hanya filsafat yang berkembang di dunia ini, masih banyak ilmu-ilmu yang bisa diambil.
Tuhan tidak menyuruhmu belajar filsafat, tapi berpikir. Hanya saja, filsafat identik dengan berpikir, juga sebaliknya. Sehingga filsafat tidak bisa dilepaskan begitu saja dari proses berpikir, untuk berfilsafat orang harus berpikir, sedangkan berpikir adalah cara yang lazim dipakai untuk memahami filsafat.
Jadilah seorang pemikir!, ketika manusia dikodratkan menjadi makhluk berakal, berarti terkandung tuntutan mengfungsikan akal sebagai alat pikir. Tuhan tidak membatasimu untuk menjadi apa, dan jadilah apa saja, itu bebas. Naif, jika berakal tapi tidak mengembangkan nuansa alam raya sebagai sasaran pikir anak Adam. "Apa kamu tidak memikirkan hal itu?!", kata Tuhan. Maka, jadilah apa saja dengan berpikir, pejabat yang berpikir, dokter yang berpikir, pelajar yang berpikir dan... Manusia yang Berpikir.
Berpikir yang filosofis.
Referensi :
- Toynbee, Arnold., "Greek Historical Thought", diarabisasikan oleh Lum'a Al Muthi'ī dan Dr. Muhamed Shaqr Khofaga dengan judul "Al Fikr At-Tarīkhī 'Inda Al Ighreek", General Book Egyptian Organization, Cet. Kedua, Cairo, 1990.
- Basya, Dr. Ahmed Foad., "Fī At-Tanwīr Al-'Ilmī", Dār Al-Fikr Al-'Arabī, Cet. Pertama, Cairo, 2005.
- Aristoteles, "Metaphisic", disalin dari "Mabadi Al-Falsafa wa Al-Akhlak", Muhamed Abdulhadi Abo Reda.
- Ghonimi, Najah Mahmod., “Ma’ālim Tarikh al-Fikr al-Falsafi”, Juz I, Cairo.
- Mahmūd, Zakī Naguid., "Tadjīd al fikr al 'arabī", Osrah Bookshop, Cairo, 2004.
- Burr, John R., and Guldinger, Milton., (1995) "Philosophy and Comtemporary Issues", Upper Saddle River, New Jersey, 1995. Trans. Into Arabic by Ahmad Hamdī Mahmūd, "Al Falsafa wa Qadhaya Al 'Ashr", General Book Egyptian Organization, Cairo, 1990.
- An-Nasyār, Musthafā., (1998) "Madkhol Jadīd ilā Al Falsafa", Dar Qabaā, Cairo, 1998
- Murād, Saīd., (1993) "Al 'aql al falsafī fī al islām", Anglo-Egyptian Bookshop, Cairo, 1993,
- At-Tauhidi, Abu Hayan,. "Al-Muqabasat", Editor: Hasan Sandubi, Dar Sa'adah ash-Shabah, Cet. II, Kairo, 1992.
- Asy-Syimālī, Abdo., (1979) "Dirasāt fī Tārīkh Al Falsafa Al 'Arabiya Al Islāmiya", Dar Shadir, Beirut, 1979.
- Russell, Bertrand., "Independent Magazine", edisi IV, Juni 1965. Disalin oleh Burr, John R., and Guldinger, Milton., (1995) "Philosophy and Comtemporary Issues", Upper Saddle River, New Jersey, 1995. Trans. Into Arabic by Ahmad Hamdī Mahmūd, "Al Falsafa wa Qadhaya Al 'Ashr", General Book Egyptian Organization, Cairo, 1990.
- Joad, C.E.M., "Fushul fil Al-Falsafah wa Madzahibiha", terj. Athiya Mahmod Huna dan Mahir Kamil, Osrah Bookshop, Cairo, 2003.
- Al-Khofni, Dr. Abdel Monim., (1990) "Al-Mu'jam Al-Falsafi", Al Dar Al Sharkiyah, Cet. I, Cairo, 1990.
- Sami Hosbah., (2006) "Musthalahat al-Fikr al-Haditsi", General Book Egyptian Organization, Juz. I, Cet. I, Cairo, 2006.
- Bennet, Arnold., "How to Live on 24 Hours a Day", Terj. Muhamed Fathī Mahmud, Madbouli Bookshop, Cairo.
- Mahmūd, Abdul Halīm., (2003) "Mauqif Al Islām min Al Fann wal 'Ilm wal al falsafah", Osrah Bookshop, Cairo, 2003.
- Ghazālī, Imām., (2000) "Tahāfot Al Falāsifa", ed. Dr. Solayman Donya, cet. VIII, Dar Al-Maaref, Cairo, 2000.
- Abdulla, Dr. Muhamad Qasim., (2003) "Sikologiya Adz-Dzakira", Alam Al-Ma’refah, Edisi Frebruari 290, Kuwait, 2003
- Abdul Wadud Syalabi, (1985) "Kaifa Ara Allah", Dar Shorouk, Cet. IV, Cairo, 1985
- Asy-Sya'rawi, Muhamad Mutuwalli,. (1987) "Aqidatul Muslim", Maktabah Turats Islami, cet. II, Cairo, 1987.
- Kareem Sayid Ghonim, Dr. (1988) "'Ab'ad Takwin al-A'qli lil Fard fil Islam", Dar Shahwah, cet. I, Cairo, 1988.
- Jim Hankinson, "The Bluffer's Guide to Philosophy", diterjemahkan oleh George Gouri dengan judul "Al-Murshid ila al-Falsafa", Al-Muassasah al-'Arabiya lil Dirosat wa an-Nasyr, Cet. I, Beirut, 1990.
- Mujahid Abdel Monim Mujahid, "Madkhal ila al-Falsafa", Dar Tsaqafah lil Nasyr wa Tauizi', Cairo, 1997.