Senin, 16 Oktober 2023

Profil Murid Naqshabandi yang Benar

Jika ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dengan model-model pendidikan spiritual yang dirancang dan dikemas baik oleh para Masyayikh Naqshabandi, maka seyogyanya kita berusaha keras menjadi sosok santri Naqshabandi yang sah dan benar. Bagaimana caranya...?

Potret dan Profil Murid Nashabandiyah Sejati

Dalam hal ini, Syaikhona Muhamad Najmudin meberikan penjelasan:

" Pertama, anda harus mengambil tareqat ini dari seorang Syaikh (guru, mursid) yang diberi izin oleh Syaikh sebelumnya; seorang guru yang memiliki sanad yang sambung kepada pembawa tareqat ini (Syaikh Baha' al-Din), lalu silsilahnya sampai kepada sang pembawa syari'ah, yaitu Rosulullah saw. Kemudian, menyerahkan diri di hadapan Syaikh, menuruti apa saja yang disuruh oleh sang guru dengan cara 'peniadaan diri', bersikap seakan anda tidak ada, tidak berarti dan tidak berpangkat di hadapannya. Shah Naqshabandi pernah berkata: "orang yang meniti jalan ini, sama sekali tidak berguna kecuali (berlandaskan pada) usaha keras dan semangat yang tinggi.Saya pribadi, para guru Naqshabandi tidak mamasukkanku kecuali melalui dari pintu ini, dan dengan cara ini pula saya mendapatkan apa yang selama ini kucari".

" Dan lanjutnya, "Menghilangkan eksistensi (wujud) diri dan tidak melihat wajah diri, merupakan modal utama untuk diterima dan sampai (al-wushul) pada Tuhan. Pada stage ini, aku melupakan diriku sampai pada tiap tingkat-tingkat maujudat (keberadaan), sehingga pada hakikatnya aku mendapatkan orang lain lebih baik ketimbang diriku...dst. Sebaiknya anda merenungkan wasiat Abdul Khaliq al-Ghajdawani kepada Shah Naqshabandi supaya anda menjadi seorang Naqshabandi yang benar, lahir dan batin. Inti wasiat itu adalah anda harus beristiqamah, berpegang pada kebenaran syariah dalam segala hal, menyuruh kepada kebajikan, mencegah diri dari kemunkaran, memulai dengan tekad yang kuat, menjauhi ruhshah dan bid'ah, menjadikan hadits Nabi saw sebagai kiblat anda, meneliti dan mempelajari ahbar, atsar dan ahwal (kondisi) para sahabat beliau...".

Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan mereka, bernaung di bawah panji-panji mereka di hari harta dan anak-anak tidak lagi berguna, amin.

Referensi | Syeikh Muhamad Najmundin al-Kurdi | Ad-Dalail al-'Aliyah | Hal: 12-32

« Sebelumnya
Prev Post
Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait