Selasa, 17 Oktober 2023

Murid dan Mursyid Terpisah Ruang dan Waktu

Murid dan Mursyid

Rabitah menjadi pilar penting dalam menjalankan prosesi dzikir ala Tarekat Naqshabandiyah, sehingga rabithah menjadi penting sebagai upaya merekat koneksi batin dan spiritual antara Murshid dan Murid. Seyogyanya, rabithah ini dilakukan dalam satu majlis atau ruang yang memiliki frekwensi yang sama, namun pada faktanya rabitah tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya, karena tidak sedikit para murid harus terpisahkan ruang dan waktu, sehingga timbul pertanyaan: "Bagaimana melakukan rabitah yang benar sesuai ajaran tarekat Naqshabadiyah, ketika sang murid berjauhan jarak, bahkan antar benua, dengan sang Murshid ?"

Syaikh Muhamad Najmudin qs, menjelaskan bahwa:

"Dalam melanjutkan proses tarbiyah ini, maka seorang Murid tetap melanggengkan praktik Rabitah Mursyid, sampai sang Mursyid bertashawwuf di hatinya. Murid tetap ikut berpastisipasi ikut dalam acara Khatam Khawajagan Tarekat Naqshabandi Kholidiyah di tempatnya, dengan syarat: 

  1. Silsilah Guru (sanad) Naqshabandiyah tidak berbeda, yaitu Naqshabandiyah Kholidiyah. 
  2. Bacaan wirid dan tilawahnya sama. Murid tetap melakukan rabithah kepada Syaikh Awal (yang membaiatnya), bukan kepada Syaikh yang memimpin acara Khatam Khawajagan di tempatnya, yaitu tatkala pimpinan Khawajagan membaca “Robitha Syarif”, atau dengan kata-kata (instruksi) serupa lainnya, si Murid tetap focus pada rabithah kepada Syaikh Awal."

Dan lanjut beliau, bahwa: "Seorang Murid tetap melanggengkan rabitah kepada Syaikh Awal dengan tata cara yang telah diajarkan sampai Mursyid kembali ke sisi Allah ta’ala. Selanjutnya, rahasia (sirr) tarekat Naqshabandi ini akan mengalir kepada Mursyid baru yang diangkat untuk mengemban amanat mengurusi tarekat. Setelah itu, hendaknya seorang Murid melakukan rabithah dengan Mursyid yang baru, pengganti Mursyid Awal. Sebaiknya, Murid memperbaharui baitnya kepada Mursyid baru tersebut yang diamanati mengurusi tarekat Naqshabandi dengan cara-cara yang mungkin dilakukan. Semoga Allah ta’ala memudahkan cara menuju jalan-Nya, dengan Daya dan Kekuatan-Nya." Amin

Referensi | Syeikh Muhamad Najmundin al-Kurdi | Ad-Dalail al-'Aliyah | Hal: 12-32

« Sebelumnya
Prev Post
Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait