Jumat, 13 September 2024

Biografi Guru Agung Tarekat Naqshabandiyah

Buku ini sangat langka akhir-akhir ini, yang cukup berharga dan sangat diperlukan bagi seorang penggiat ilmu pengetahuan, terutama para sufi muda sekaligus mereka yang ingin meniti jalan penyucian diri sesuai dengan upaya mendekatkan kepada Allah ta'ala, secara spesial penganut Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Di dalamnya, penulisnya menunjukkan kehidupan guru-guru agung yang bersinar di samannya dan penuntun dalam hidup dan mati mereka dengan perkataan, nasehat, ceramah, dan bimbingan yang mereka tinggalkan.

Profil Kitab

Judul Buku : Al-Kawakib al-Dzuriyah 'ala al-Hadaiq al-Wardiyah fi Ajilla' al-Sadah al-Naqshabandiyah
Judul Arab : الكواكب الدرية على الحدائق الوردية في أجلاء السادة النقشبندية
Penulis : Syeikh Abdel Majid bin Muhamad bin Muhamad al-Khoni al-Syafi'i
Tebal Buku : 830 Halaman
Cetakan : 01 Januari 1967
Penerbit :Dar Beiruti Library, Dmamascus. Suriah
Download Buku : Anda bisa mengunduh di link Klik Sini

Siapakah Penulis Kitab ini?

Nama lengkap beliau adalah Abdul Majeed bin Muhammad bin Muhammad bin Abdullah bin Mustafa, Al-Khani, Al-Shafi'i, Al-Naqsyabandi, Al-Khalidi. Keluarga ini berasal dari kota Khan Sheikhoun di Maarat al-Nu'man. Ilmuwan, mistikus, penulis, serta penyair. Dia lahir di Safar pada tahun 1263 H, dan dibesarkan di pangkuan sang ayah dan kakeknya, membaca Al-Qur'an tentang Sheikh Ali Al-Hazuri Al-Homsi Al-Naqsyabandi, dan membawanya intonasi dan konstruksi, salah satu bukunya yang paling penting: Taman merah muda dalam evakuasi Naqsyabandi, terkenal karena kefasihannya, dan kebijaksanaan dan kefasihan lidahnya, meninggal di Astana pada tahun 1318 H, dan dimakamkan di pemakaman Nishan Tash.

Tentang Kitab ini

Allah ta'ala telah menetapkan bahwa setiap zaman dan generasi bangsa ini tokoh-tokoh besar yang akan memperbarui risalah kenabian, sebagai obat rohani bagi umat ini. Mereka menanamkan ke dalam bangsa semangat iman dan kasih yang baru. Dan mereka memperbarui hubungan hati dengan Tuhan, dan tubuh dengan roh, masyarakat dengan moral, ilmuwan dengan Tuhan, dan mereka menemukan di di dalam masyarakat suatu kekuatan untuk melawan keinginan dan godaan materi, anak-anak dan perhiasan kehidupan duniawi, dan dalam potensi kekuatan perlawanan terhadap hubungan tahta kekuasaan, janji muluk para penguasa, meremehkan penampilan luar, hidup bermewah-mewah dan tidak berpuas diri dengan yang sedikit.

Para Sufi ini selalu ingin mengambil janji setia kepada orang-orang dari umat untuk berpegang teguh tauhid dan keikhlasan, mengikuti Sunnah, bertobat dari dosa-dosa, dan senantiasa menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka memperingatkan orang lain agar menjauhi amoralitas, kejahatan moral, aniaya, ketidakadilan dan kekejaman, menginginkan umat ini untuk berhias diri dengan moral yang baik, meninggalkan keburukan, memurnikan diri, dan mereformasi diri dengan setulusnya. Dan para tokoh sufi dalam kitab ini ingin mengajarkan kepada umat agar selalu mengingat Tuhan, memberikan nasihat kepada hamba-hamba-Nya, dan ikut peduli kepada nasib saudaranya, seiman dan seagamanya. Para tokoh ini ingin mengajak berkholwat, menjauhi pikiran dan amalan duniawi, yang merupakan pelatihan rohani paling berharga bagi manusia .... lalu bagaimana caranya?.

Dan kitab ini seakan ingin menjawab tantangan zaman now dalam diri para tokoh-tokoh besar ulama Naqshabandiyah Khalidiyah

« Sebelumnya
Prev Post
Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait