Rabu, 02 Oktober 2024

Mursyid al-'Awam fi Ahkam ash-Shiyam

Kitab ini merupakan tulisan Syeikh Muhamad Amin al-Kurdi yang dipersembahkan kepada para murid-murid Naqshabandiyah yang berada di dalam pengawasan dan bimbingan beliau, yang secra spesifik membahas tentang puasa dan hal-hal lain yang berkaitan erat dengan ibadah puasa ini

dan kata beliau :

Judul Buku : Mursyid al-'Awam fi Ahkam ash-Shiya 'ala al-Madzahib al-'Arbaah (Buku Pedoman dalam hukum puasa dalam empat madzhab)-menurut konsep madzhab Imam Malik ra
Judul Asli : مرشد العوام لأحكام الصيام على المذاهب الأربعة (على المذهب الاربعة)
Penulis : Syeikh Muhamad Amin al-Kurdi al-Arbelia
Tebal Buku : 114 Halaman
Cetakan : Dua, 1331 H
Penerbit : Matba'ah as-Sa'adah, Cairo Mesir

Alhamdulillah, segala puji Tuhan yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan favorit. Shalawat dan salam tercurahkan kepada sayidina Muhammad saw, keluarga dan para sahabat, para sosok Imam yang Cemerlang

Selanjutnya...

Ketahuilah! wahai sahabatku, semoga Tuhan menolongku dan Anda semua dengan ridho-Nya. Sesungguhnya Allah ta'ala telah menciptakan kebahagiaan dunia ini bersifat fana (musnah) dan kebahagiaan akhirat bersifat kekal yang dapat Anda peroleh dengan cara bertakwa kepada Allah ta'ala dan Rasul-Nya

Salah satu rukun ketakwaan adalah puasa di bulan Ramadhan, yang Allah sendiri menjadikan ibadah ini sebagai rahmat dan simbol kasih sayang kepada manusia sebagaimana diketahui bahwa bulan ramadhan adalan bulan di mana Al-Qur'an diturunkan, kitab suci yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dan informasi hidayah sekaligus pembeda haq dan bathil; bulan ini juga di mana gerbang surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, bulan dimana para pendosa bertobat, di mana kesalahan dan dosa diampuni, karunia dan anugerah dilipatgandakan, dan pahala dan kegembiraan dihapus, namun Allah ta'ala menjadikan bulan ramadhan ini sebagai pelita bagi kegelapan.

Bagaimana tidak, Allah ta'ala menjadikan puasa bagian dari aturan ajaran Islam, segala kebajikannya dengan menyinarnya nur menjalankan puasa, membuka pintu taubat kepada para pembuat dosa, menghadiahi mereka pahala besar yang mau berpuasa, sehingga tidak ada doa di dalamnya kecuali terkabulkan dan tidak ada amal ibadah di dalamnya kecuali akan diangkat dan dimuliakan, hanya pahala yang bisa diambil di dalam menjalankan puasa, tidak ada usaha di dalamnya kecuali dibayar. Jadi, orang yang bahagia orang yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik, orang selaka adalah orang yang menggubris dan melewatkan waktunya. Wahai orang yang giat beribadah, inilah saatnya untuk menambah pahala dan menikmati ibadah Anda

Dan wahai orang yang lalai! ini adalah bulan dimana kamus harus terus terjaga dan lepas landas dari kemaksiatan, bulan di mana ada lailatul qadar, yang lebih baik dari seribu bulan, di mana jika seseorang mau memohon sesuatu apapun itu niscaya Tuhan akan mengkabulkannya, tidak ada usaha perniagaan yang dihasilkan kecuali Allah ta'ala akan memberikan balasan pahala dan mencukupinya.

Wahai orang yang kelewat batas!, barang rampasan perang, akan menjadi barang rampasan sebelum kehilangan waktu dirampas, dan jangan bergantung pada mereka yang hanya bisa menganiaya diri, berbuat dhalim terhadap diri dengan terus berbuat dosa dan meninggalkan ketaatan. Betapa mengecewakan bagi mereka yang menghakiminya sendiri dengan mencela dirinya, yang lalu dia meninggalkan puasa dan doa. Betapa menyesal bagi mereka yang memegang dalam hatinya terdapat ketidakpedulian, dia peduli tentang Tuhan, maka dari itu jangan menyibukkan diri dengan segala jenis hiburan dan mengikuti jejak iblis, dan jangan meniru sebagian besar pemuda saat ini.

Mereka mengklaim bahwa doa dan puasa bukanlah pekerjaan orang-orang beradab dan mereka meremehkan mereka yang menganut aturan agama apa pun. Demi hidup saya ini, tiada peradaban kecuali dalam religiusitas, yaitu menjalankan nilai-nilai agama Tuhan yang benar, dan kebiadaban hanya akan menjerumuskan seseorang ke arah kesengsaraan dan iblis terkutuk.

Ketahuilah, hanya wanita-wanita hina dan pemuda fasiq (tak bermoral) yang tidak mau pahala berbuka puasa, dan meninggalkan ibadah shalat, perlu diingat bahwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita semua akan kembali. Waspadalah terhadap fitnah dan caci maki, karena perbuatan ini bisa menghapus amal ibadah. Dan hindari perbuatan yang dilarang, karena ia adalah penyebab kebencian, diusir dari surga dan tidak tahu malu, terutama di bulan ramadhan ini, yang telah Tuhan tingkatkan atas yang lain dalam kemuliaan lailatul qadar

Ketika puasa adalah salah satu pilar terpenting agama Islam dan wajib bagi setiap orang mempelajari segala ketentuan yang berhubungan dengan islam. Kami melihat bahwa kami memperkaya ilmu bagi saudara-saudara Muslim dengan berbagai cabang informasi dan pengetahuan yang sesuai untuk tujuan mulia ini, ilmu-ilmu yang mencakup hukum-hukum puasa (dalam empat madzhab), artinya ibarat istilah yang paling mudah dicerna serta makna yang paling bisa dimengerti. Kami menambahkan hal tersebut dalam (edisi kedua) sebagai tambahan dari (edisi pertama) sesuai kebutuhan, dan kami menamai kitab ini "Mursyid al-'Awam fi Ahkam ash-Shiyam" (Panduan hukum-hukum puasa bagi pemula). Alhamdulillah, buku ini sudah tercetak dan selesai sesuai yang diharapkan. Kami memohon kepada Allah ta'ala agar kami menerima amal baik ini, bermanfaat bagi semua orang yang menerimanya dengan hati yang tulus. Hanya Allah ta'ala semata, Tuhan yang maha Pemurah dan Mulia.

« Sebelumnya
Prev Post
Selanjutnya »
Next Post

Artikel Terkait